Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penguatan Ekstrakurikuler Penting untuk Cegah Perundungan

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Penguatan Ekstrakurikuler Penting untuk Cegah Perundungan Doc: Istimewa
Ket. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf.

Pendidikan karakter dengan memperkuat ekstrakurikuler di sekolah dinilai penting untuk mencegah kasus perundungan.

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, menilai perlunya memperkuat ekstrakurikuler (ekskul) sekolah dengan pendidikan karakter. Menurutnya, hal tersebut penting untuk mencegah terjadi kasus perundungan di satuan pendidikan.

"Ekskul itu bukan pembelajaran akademik, tapi pembelajaran karakter. Nah itulah yang belum banyak memahami, Pemerintah kita masih fokus pada pendidikan akademik saja," ujar Dede, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (16/9).

Dia menyayangkan maraknya kasus perundungan atau bullying di sekolah. Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi karena minimnya kegiatan energik di sekolah sehingga kurang terbentuknya pendidikan karakter bagi anak-anak.

Dede menyebut, kegiatan ekskul di sekolah hanya bersifat pilihan sehingga kurang mendapat atensi. Di sisi lain, pihak sekolah tidak mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah sehingga ekskul di sekolah hanya sekadar formalitas saja dan hasilnya kurang efektif.

"Sekarang untuk ekstrakurikuler masih ada di sekolah, tapi kan hanya sekadar pilihan. Kalau tidak wajib kan anak-anak lebih banyak tidak mengikutinya," ungkapnya.

Dia meminta Pemerintah memberikan dukungan dana untuk program ekskul di sekolah. Terutama bagi sekolah-sekolah negeri yang memiliki banyak siswa dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

"Sebab biasanya, siswa dari kalangan menengah ke atas lebih memiliki akses kegiatan ekstrakurikuler mandiri di luar sekolah melalui kursus-kursus," terangnya.

Literasi Digital

Secara terpisah, Plh. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto, menekankan pentingnya literasi digital agar peserta didik bijak bermedia sosial. Menurutnya, hal tersebut penting untuk mencegah berbagai dampak negatif seperti perundungan melalui dunia maya atau cyberbullying.

"Selain itu kita juga harus menanamkan sikap antikekerasan dalam diri kita. Kekerasan, baik dalam bentuk fisik, maupun verbal tidak pernah menjadi solusi dari sebuah masalah," terangnya.

Dia mengatakan, bahwa di era digital saat ini, literasi menjadi semakin penting karena informasi tersebar luas melalui berbagai saluran atau platform, termasuk media sosial. Menurutnya, kemampuan literasi seseorang akan membentuk perilaku sebagai pengguna media sosial.

Anang menambahkan, literasi berperan dalam membentuk etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial. Pengguna yang memiliki literasi digital yang baik akan lebih bijak dalam berkomunikasi, memahami konteks, dan menjaga interaksi yang positif di platform digital.

"Oleh karena itu, literasi digital yang baik akan membantu pengguna media sosial untuk lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta mempertimbangkan dampak dari apa yang mereka unggah," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.