Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Minta Negara Besar Memimpin Keamanan Global

📅 Sabtu, 14 Sep 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Minta Negara Besar Memimpin Keamanan Global Doc: AFP/ADEK BERRY
Ket. Forum Xiangshan l Menhan Tiongkok, Dong Jun (pada layar monitor) sedang menyampaikan pidato pada Forum Pertahanan Xiangshan di Beijing pada Jumat (13/9). Pada forum ini, Menhan Tiongkok menyerukan agar negara-negara besar harus turut andil dalam menjaga keamanan global.

BEIJING - Menteri Pertahanan Tiongkok pada Jumat (13/9) mengatakan bahwa Tiongkok akan meningkatkan hubungan militer dengan negara-negara tetangganya, dan mengatakan negara-negara besar harus mengambil peran utama dalam menjaga keamanan global.

Dalam pidatonya di forum diplomasi militer tahunan Xiangshan di Beijing, Menhan Dong Jun menyampaikan pidatonya kepada kelompok negara Dunia Selatan (Global South), dengan melontarkan beberapa sindiran terhadap campur tangan Barat.

"Negara-negara besar harus memimpin dalam menjaga keamanan global, meninggalkan pola pikir yang mementingkan pihak yang menang sendiri, dan menahan diri dari menindas pihak yang kecil dan lemah," kata Menhan Dong.

"Dalam dunia multipolar, tidak seorang pun mampu menjadi orang luar atau penonton. Negara-negara, tidak peduli besar atau kecil, maju atau berkembang, harus memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam urusan internasional dan menyuarakan kebutuhan mereka, serta menegakkan hak dan kepentingan mereka yang sah," imbuh dia.

Pernyataan Dong disampaikan saat komunikasi antara militer Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mulai membaik meskipun ada ketegangan yang meningkat atas Laut Tiongkok Selatan (LTS), Taiwan, dan kekhawatiran Washington DC atas hubungan dekat Beijing dengan Russia. Menhan Dong menyampaikan pernyataannya kepada perwakilan dari 90 negara dan organisasi internasional di forum pertahanan yang akan berakhir pada Sabtu (14/9).

Menhan Dong mengatakan Tiongkok akan meningkatkan hubungan militer dengan negara-negara regional dan memperdalam dan memperluas hubungan militer dengan negara-negara berkembang secara menyeluruh.

Ia pun menegaskan bahwa untuk menyelesaikan ketegangan regional, negara-negara di kawasan harus mencari kekuatan melalui persatuan dan mengandalkan diri mereka sendiri untuk perdamaian mereka sendiri.

"Kita harus menyingkirkan kesombongan dan prasangka, tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara lain, dan tidak boleh melanggar hak dan kepentingan negara lain," kata Dong seraya mendesak agar tidak menyebarluaskan konsep keamanan nasional untuk memastikan teknologi baru dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi seluruh umat manusia, yang mungkin merujuk pada upaya AS untuk memblokir akses Beijing ke teknologi canggih.

"Di tengah tingginya risiko keamanan global dan meningkatnya ketidakstabilan serta ketidakpastian, tanggung jawab untuk membangun kapasitas pertahanan dan keamanan semua negara menjadi sangat besar," tegas Dong.

Siap Kerja Sama

Beijing, imbuh dia, bersedia bekerja sama dengan semua pihak untuk memperkuat penyelarasan strategis, memperdalam konsultasi pertahanan, membahas penandatanganan perjanjian bilateral dan multilateral mengenai kerja sama pertahanan.

Saat ini AS dan Tiongkok masih berselisih pendapat mengenai berbagai isu, mulai dari perdagangan hingga status Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri dan pendekatan Tiongkok yang semakin tegas di wilayah maritim yang disengketakan. Namun, mereka telah berupaya untuk membangun kembali perundingan militer-ke-militer secara berkala dalam upaya untuk mencegah pertikaian agar tidak menjadi tidak terkendali.

Dalam pidatonya, Menhan Dong juga mengatakan bahwa negosiasi adalah satu-satunya solusi untuk konflik seperti perang di Gaza dan Ukraina. "Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi pusat perhatian seperti krisis di Ukraina dan konflik Israel-Palestina, mempromosikan perdamaian dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar. Tidak ada pemenang dalam perang dan konflik, dan konfrontasi tidak akan menghasilkan apa-apa," ucap dia.

"Semakin akut konfliknya, semakin kita tidak bisa mengabaikan dialog dan konsultasi. Akhir dari konflik apapun adalah rekonsiliasi," imbuh dia, sambil menyerukan semua negara untuk mempromosikan pembangunan yang damai dan tata kelola yang inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

38 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.