Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paus Tiba di Singapura, Perhentian Terakhir dalam Lawatan di Asia-Pasifik

📅 Kamis, 12 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Paus Tiba di Singapura, Perhentian Terakhir dalam Lawatan di Asia-Pasifik Doc: AFP/HANDOUT / VATICAN MEDIA
Ket. Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus berjabat tangan dengan umat Katolik yang menyambut kedatangannya di Singapura, Rabu (11/9). Paus Fransiskus mendarat di Singapura sebagai perhentian terakhir dari perjalanan empat negara Asia-Pasifik.

SINGAPURA - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, pada Rabu (11/9), mendarat di Singapura sebagai perhentian terakhir dari perjalanan empat negara di Asia-Pasifik yang bertujuan meningkatkan kedudukan Gereja Katolik di kawasan terpadat di dunia ini.

Dikutip dari Yahoo News, umat melambaikan bendera Vatikan dan Singapura saat pesawat Fransiskus tiba di Bandara Changi di negara-kota itu, dalam perjalanan terakhir dari tur 12 hari ke wilayah tersebut.

Paus berusia 87 tahun itu telah menentang keraguan mengenai kesehatannya selama perjalanan yang membawanya dari Masjid Istiqlal Jakarta ke hutan terpencil di Papua Nugini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Paus Fransiskus yang sering sakit-sakitan itu telah menjalani operasi hernia dan diganggu oleh masalah pernapasan. Paus Fransiskus kini bergantung pada kursi roda, tongkat jalan, atau alat bantu untuk berjalan.

Namun, selama perjalanan, Paus Fransiskus telah melaksanakan lusinan kegiatan publik, memberi energi pada umat melalui panggilan dan tanggapan dadakan, dan berulang kali duduk selama berjam-jam di tengah panasnya cuaca tropis yang terik.

Di Timor Leste, Paus Fransiskus mengadakan misa di hadapan 600.000 umat Katolik, hampir separuh populasi negara itu, sebelum terbang pada hari Rabu ke pusat keuangan Singapura.

"Ini adalah perjalanan yang sangat panjang dan sulit mengingat usia dan kondisi medis Paus Fransiskus," kata pekerja kesehatan Singapura berusia 44 tahun, Marcus Voon, yang berencana menghadiri misa stadion pada hari Kamis.

Sekitar 30 persen penduduk Singapura beragama Buddha, 20 persen tidak beragama dan sisanya merupakan campuran Katolik, Protestan, Tao, dan Hindu.

Pesan Cinta

Erik Hon, seorang pekerja fintech beragama Buddha berusia 45 tahun, mengatakan dia sangat gembira dengan kunjungan Paus Fransiskus, dan berharap kunjungan tersebut akan menyebarkan pesan cinta, perdamaian, dan persatuan kepada seluruh umat manusia.

"Paus Fransiskus berupaya menjangkau kaum yang terpinggirkan dan memperdalam dialog antara agama yang berbeda dan mereka yang tidak memiliki agama apa pun," ujar Hon.

Paus Fransiskus kemungkinan akan menggunakan Singapura sebagai platform untuk menjangkau seluruh kawasan dan dunia.

"Paus Fransiskus kemungkinan besar akan terus menggarisbawahi sejumlah isu global yang tidak khusus terjadi pada satu negara saja," kata Michel Chambon, pakar agama Kristen di Asia di Universitas Nasional Singapura.

"Pentingnya kerukunan antaragama dan perdamaian internasional, perlunya pembangunan yang lebih tangguh dan berkeadilan serta perlunya upaya yang lebih kuat untuk melawan perubahan iklim," katanya, mengisyaratkan tema-tema yang sudah tidak asing lagi bagi perjalanan Paus Fransiskus kali ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.