Paus Tiba di Singapura, Perhentian Terakhir dalam Lawatan di Asia-Pasifik
📅 Kamis, 12 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBagi lebih dari 100 juta umat Katolik di Asia, tur ini telah membuat mereka merasa terhubung dengan Gereja yang kaya akan adat istiadat dan konvensi dari benua yang jauh.
Meskipun Katolik telah hadir di Asia selama lebih dari 800 tahun dari misionaris Portugis di Jepang hingga gereja-gereja bawah tanah di Tiongkok, di antara agama-agama lokal, komunisme, dan ateisme, agama itu selalu menjadi agama yang terpinggirkan.
Veronique Dawson, kata ibu rumah tangga berusia 46 tahun, mengatakan kunjungan kepausan menunjukkan bahwa meskipun Katolik merupakan agama minoritas di Singapura, namun masih merupakan bagian besar dari masyarakat sipil. "Sungguh luar biasa bagaimana orang-orang dari berbagai agama dan budaya ikut berperan dalam kunjungan ini!" katanya.
Meski jalan-jalan di Singapura tidak dipenuhi pedagang yang menjual bendera Vatikan dan rosario, tetap ada rasa kegembiraan di antara umat beriman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dawson sedang memulihkan diri dari cedera punggung sehingga dia harus menonton misa dan acara lainnya dari rumah. "Saya harus katakan bahwa saya sedang mengalami FOMO (Fear of missing out/ rasa takut ketinggalan) yang parah!" katanya mengekspresikan rasa takut ketinggalan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!