Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Melemah, Ketegangan AS dan Iran Jadi Biang Kerok

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melemah, Ketegangan AS dan Iran Jadi Biang Kerok Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin.
Ket. Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA - Meningkatnya sentimen risiko global, khususnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang berdampak pada pasar modal global, termasuk Wall Street yang juga berakhir di zona merah. 

Tekanan eksternal tersebut memperlemah kepercayaan pasar, mendorong net sell asing di saham-saham utama dan mengangkat permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Situasi tersebut juga dirasakan pasar modal di dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (20/2) sore, ditutup melemah 2,31 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.271,77, seiring meningkatnya risiko tensi geopolitik antara AS dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,99 poin atau 0,12 persen ke posisi 835,28.

“Jelang akhir pekan, IHSG di zona melemah seiring sentimen eksternal," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia melemah di tengah peningkatan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.

Pelaku pasar mempertimbangkan risiko geopolitik, yang mana ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu 10-15 hari untuk pembicaraan kesepakatan nuklir.

Nico mengatakan, pelaku pasar menilai tindakan Trump terkait tenggat waktu tersebut, memberikan indikasi bagaimana AS menekan Iran dalam perundingan.

Pada saat sama, AS telah mengerahkan militer terbesar di kawasan Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003, yang meningkatkan prospek operasi lebih luas dan berkelanjutan.

Dengan demikian, peristiwa ini meningkatkan risiko bahwa konflik AS dan Iran dapat mendorong Iran untuk membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, koridor penting untuk ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut.

Trump memperingatkan Teheran untuk mencapai kesepakatan tentang program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi, sementara Iran mengisyaratkan potensi pembalasan terhadap pangkalan AS jika diserang.

Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia dan AS resmi menandatangani draft kesepakatan tarif AS sebesar 19 persen, yang diwakili dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia bersama bersama Perwakilan Dagang AS.

Draft kesepakatan tentunya akan memberikan kepastian para pelaku usaha dan investor, namun di sisi lain belum ada penjelasan resmi kapan kesepakatan tarif tersebut berlaku.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.