Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenparekraf Siap Dukung Gelaran World Tourism Day 2024

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 15:33 WIB | Oleh:
Kemenparekraf Siap Dukung Gelaran World Tourism Day 2024 Doc: Istimewa.
Ket. Menparekraf Sandiaga Uno (tengah) mendukung penyelenggaraan World Tourism Day 2024 dan International Conference on Community Service 2024 saat "The Weekly Brief with Sandi Uno" di Jakarta, Senin (9/9/2024).

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung penyelenggaraan World Tourism Day (WTD) 2024 dan International Conference on Community Service (ICCS) 2024 yang akan digelar di Institut Pariwisata Trisakti, Jakarta pada 27 September 2024.

Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Hari Pariwisata Dunia Indonesia dan PATA Indonesia Chapter dengan tema Tourism and Peace serta subtema 'Promoting World Peace Through Community Engagement in Sustainable Tourism.'

"Kita berterima kasih sekali World Tourism Day 2024 tahun ini akan disandingkan dengan International Conference on Community Service 2024. Dan sudah ada 200 peserta yang mengonfirmasi akan hadir," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam 'The Weekly Brief With Sandi Uno' yang berlangsung secara hybrid, Senin (9/9).

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, mengapresiasi penyelenggaraan WTD 2024 dan ICCS 2024. Vinsensius menjelaskan, dalam event ini terdapat kolaborasi pentahelix antara asosiasi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media dalam mengedepankan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas.

"Kalau kita lihat tema di RPJMN itu pariwisata yang berkelanjutan, berkualitas. Nah berkelanjutan ini kita sudah tahu ada 4 pilar mencakup ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan," katanya.

Namun, kata Vinsensius untuk berkualitas memang pihaknya butuh akademisi, sumbangan pemikiran yang inovatif terkait untuk bisa mengembangkan SDM unggul, agar ke depan pariwisata ini betul-betul memberikan dampak yang tepat untuk masyarakat.

"Jadi kalau akademisi Indonesia aktif melalukan riset, membuat kajian, seminar kita juga bisa mempunyai potensi untuk congress tingkat dunia," katanya.

Sedangkan Founder World Tourism Indonesia, Martinus Johnnie Sugiarto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan WTD 2024 dan ICCS 2024 nantinya akan diisi dengan seminar yang menghadirkan berbagai narasumber para penggiat pariwisata, akademisi, dan Dirjen Kemendes.

"Kalau saya boleh usul 27 itu adalah hari libur nasional seperti Malaysia hari cuti pas hari yang mereka tentukan. Saya yakin akan ini memberikan dampak ekonomi luar biasa," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Bidang Kerja Sama dan Pemasaran Institut Pariwisata Trisakti, Novita Widyastuti, berharap dengan penyelenggaraan event ini maka akan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terkait parwisata yang berperan penting, sehingga masyarakat bisa berkontribusi banyak terhadap peningkatan perekonomian daerah.

"Semoga bisa meningkatkan performa pariwisata yang berkelanjutan," kata Novita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.