Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melihat Sisa Peninggalan Zaman Batu di Desa Adat Bawomataluo

📅 Sabtu, 31 Agu 2024, 06:25 WIB | Oleh:

Selain omo hada ada juga omo sebua, jenis rumah adat atau rumah tradisional yang khusus dibangun untuk kepala adat dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu.

Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter. Digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, omo sebua dibuat memperhatikan kekuatan karena bahan rumah ini tahan terhadap goncangan gempa bumi.

Namun ukuran omo sebua biasanya lebih besar, struktur kayu lebih kokoh, atapnya tinggi dan tidak lagi terbuat dari rumbia. Di desa adat Bawomataluo bangunan kayu ini memiliki atap dari bahan logam seng yang lebih awet dari panas dan hujan.

Salah satu keunikan dari rumah adat di Bawomataluo dan Nias pada umumnya adalah konstruksinya yang dibangun tanpa paku sama sekali. Sebelum membangun rumah, akan dilakukan upacara adat terlebih dahulu agar membawa berkah untuk pemilik rumah dan menjaganya dari hal-hal buruk.

Mengunjungi desa adat Bawomataluo sekana ingatan dibawah memasuki lorong waktu, pindah ke zaman batu. Tradisi lompat batu dan rumah-rumah tersebut disebut tidak lepas dari warisan budaya megalitik atau batu besar yang masih tersisa di sana.

Seperti diketahui tradisi megalitik merupakan bentuk-bentuk praktik kebudayaan dengan ciri khasnya melibatkan monumen atau struktur tersusun dari batu-batu besar. Di desa itu tradisi megalitik terbagi dari beberapa jenis, yaitu diletakkan mendatar dan disebut daro-daro dan yang dalam posisi tegak atau naitoro,

Batu tersebar berada di depan rumah raja. Jadi, pada bagian pintu gerbang rumah raja, terdapat dua buah meja batu berbentuk perahu. Panjangnya mencapai 346 sentimeter (sentimeter), lebar 194 sentimeter, serta ketebalan 39 sentimeter.

Batu tersebut dihiasi ornamen berupa pahatan bermotif bunga, daun, dan manusia dalam posisi tengkurap. Terdapat juga meja batu lain berbentuk bulat dan ditopang empat tiang batu serupa pilar dengan tinggi 134 sentimeter dan diameternya 120 sentimeter. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.