Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Realisasi Anggaran MBG di Lampung hingga Agustus Mencapai Rp780,34 Miliar

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 06:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Realisasi Anggaran MBG di Lampung hingga Agustus Mencapai Rp780,34 Miliar Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi- Siswa SMAN 1 Kalirejo Lampung Tengah sedang membawa makanan dari program MBG.

BANDARLAMPUNG – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Lampung menyatakan bahwa realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung hingga Agustus nilainya mencapai Rp780,34 miliar.

"Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis di Lampung berjumlah Rp780,34 miliar, dan progresnya program ini sudah menjangkau 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung," ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Kemenkeu Lampung Purwadhi Adhiputranto di Bandarlampung, Senin (30/9).

Ia menambahkan untuk jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga Agustus 2025 capaiannya sudah mencapai 424 unit atau sekitar 65 persen dari target pembentukan sebanyak 957 unit.

"Penerima manfaat saat ini baru 65 persen atau sebanyak 1.318.713 orang dari target 2.021.981 orang," katanya.

Sementara itu, menurut dia, untuk jumlah kelompok penerima, tercatat telah mencapai 12.552 kelompok, dengan jumlah supplier yang terlibat sebanyak 700 supplier.

Ia juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program MBG yaitu pembentukan Satgas MBG Provinsi Lampung yang masih baru, kaum rentan masih minim sebagai penerima manfaat dan pengelola keuangan SPPG belum memiliki pemahaman pelaporan keuangan.

Selain itu, ahli gizi masih kesulitan memastikan ketepatan kalori dan higienitas, karena pada pekan kedua September 2025, terdapat 247 siswa SMPN 31 Bandarlampung dan SDN 2 Sukabumi yang keracunan akibat makanan tercemar bakteri E. Coli. Kondisi itu berakibat pada penutupan sementara dapur MBG di Kecamatan Sukabumi.

"Ada sejumlah rekomendasi yang telah disusun untuk mendukung program ini, yaitu perlu dilakukan peningkatan sasaran rentan dengan cara BGN, SPPG, dan dinas pendidikan harus konsisten mengevaluasi penerima manfaat, dengan fokus khusus pada kelompok rentan yaitu balita dan ibu hamil," katanya.

Purwadhi turut mengingatkan perlunya sinergi program antara BGN, Kementerian Sosial, serta dinas sosial dalam mengintegrasikan MBG dengan PPS, Program Keluarga Harapan dan BPNT untuk memberikan efek ganda pada pemenuhan gizi dan kesejahteraan.

"Perlu dilakukan pula kemitraan desa dan UMKM dengan memperkuat peran BUMDes, koperasi desa, dan UMKM lokal sebagai penyedia pangan MBG," ujar dia.

Kemudian, lanjut dia, perlu pula dilakukan pengawasan kualitas dimana SPPG harus memperketat kontrol bahan baku, proses masak dan higienitas peralatan saji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.