Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Barat Lakukan Pelepasliaran 49 Satwa Dilindungi

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 16:56 WIB | Oleh:
Papua Barat Lakukan Pelepasliaran 49 Satwa Dilindungi Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Bidang KSDA Wilayah II Manokwari melepasliarkan 49 ekor satwa dilindungi di Hutan Gunung Meja, Manokwari, Papua Barat, Rabu (21/8).

MANOKWARI - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Papua Barat melalui Bidang KSDA Wilayah II Manokwari, melakukan pelepasliaran terhadap 49 ekor satwa dilindungi yang terdiri atas 32 ekor kasturi kepala hitam, dan 17 ekor perkici pelangi.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II Manokwari Eko B Supriyadi di Manokwari, Rabu, mengatakan puluhan satwa yang dilepasliarkan kembali ke habitat asli merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya alam.

"Semua satwa sudah kami lepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Meja Manokwari dalam kondisi sehat," kata Eko.

Ia menjelaskan jumlah satwa yang disita saat pelaksanaan patroli gabungan pada pekan lalu sebanyak 80 ekor yang meliputi kakatua koki 6 ekor, nuri bayan 2 ekor, kasturi kepala hitam 38 ekor, nuri kelam 11 ekor, perkici pelangi 22 ekor, dan nuri hitam 1 ekor.

Puluhan satwa itu kemudian diidentifikasi dari aspek kesehatan dan aspek keliaran, sehingga ditemukan 31 ekor satwa masih memerlukan proses habituasi untuk mengembalikan sifat liar setelah sekian lama dikurung dalam kandang oleh masyarakat setempat.

"Yang masih habituasi, kami simpan di ruang transit. Interval waktunya bervariasi, sampai benar-benar liar dan sehat baru dilepas ke alam," ucap Eko.

Dia memastikan upaya dalam menjaga kelestarian sumber daya alam khususnya satwa liar dan tumbuhan di Papua Barat yang masuk kategori dilindungi, dilakukan mulai dari hulu hingga hilir.

Program yang diselenggarakan di hulu meliputi, kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada semua komponen masyarakat agar memahami jenis satwa maupun tumbuhan yang sudah mendapat perlindungan hukum.

"Kalau kegiatan hilir, kami lakukan patroli gabungan yang melibatkan UPT KLHK terkait, unsur TNI, Polri, dan Balai Karantina," ucap Eko. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.