Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasil Studi MIT: Jasa Penerbangan Makin Aman

📅 Senin, 12 Agu 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Hasil Studi MIT: Jasa Penerbangan Makin Aman Doc: AFP/BAY ISMOYO
Ket. Sebuah pesawat mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di Denpasar, Bali, baru-baru ini.

NEW ENGLAND - Terbang bisa menjadi pengalaman yang menegangkan bagi banyak orang, tetapi sebuah studi terbaru oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang dirilis hari Kamis (8/8), menemukan perjalanan udara komersial semakin aman dengan risiko kematian berkurang setengahnya setiap dekade.

"Angka kematian turun menjadi 1 per 13,7 juta penumpang yang naik pesawat secara global pada periode 2018- 2022, sebuah peningkatan besar dari 1 per 7,9 juta penumpang yang naik pesawat pada periode 2008-2017," bunyi makalah yang ditulis oleh para peneliti dari MIT.

Dikutip dari Yahoo News, temuan ini juga sangat berbeda dari awal mula perjalanan udara komersial. Angka kematian per penumpang adalah 1 per 350.000 penumpang pada tahun 1968-1977.

"Keselamatan penerbangan terus membaik," kata pakar MIT, Arnold Barnett, yang turut menulis penelitian yang dimuat di Jurnal Manajemen Transportasi Udara, seraya menambahkan kemungkinan kematian terus menurun dua kali lipat setiap dekade.

Barnett membandingkan tren tersebut dengan "Hukum Moore," prediksi terkenal oleh pendiri Intel Gordon Moore bahwa daya komputasi cip berlipat ganda kira-kira setiap 18 bulan.

Penumpang Terus Naik

Dari tahun 1978 hingga 1987, risiko kematian adalah 1 per 750.000 penumpang yang naik; dari tahun 1988 hingga 1997 adalah 1 per 1,3 juta; pada tahun 1998 hingga 2007, 1 per 2,7 juta.

Bencana penerbangan komersial besar terakhir di Amerika Serikat terjadi pada tahun 2009, ketika penerbangan Colgan Air 3407 jatuh, menewaskan 50 orang.

Namun, Barnett memperingatkan kemajuan yang sedang berlangsung tidak dapat dipastikan. Hampir terjadinya tabrakan di landasan pacu AS tahun ini telah menjadi berita utama, sementara penyelidik federal telah mendesak Boeing untuk menjelaskan mengapa penutup pintu pada pesawat 737 MAX 9 terlepas di tengah penerbangan pada pesawat Alaskan Airlines pada bulan Januari.

Angka-angka utama juga mengaburkan kesenjangan global yang besar dalam keselamatan udara, dengan studi yang membagi negara menjadi tiga tingkatan berdasarkan catatan keselamatan mereka.

Tingkatan teratas mencakup Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, dan negara-negara Eropa lainnya termasuk Montenegro, Norwegia, Swiss, dan Inggris Raya. Australia, Kanada, Tiongkok, Israel, Jepang, dan Selandia Baru melengkapi kelompok ini.

Tingkat kedua terdiri dari Bahrain, Bosnia, Brasil, Brunei, Cile, Hong Kong, dihitung terpisah dari Tiongkok, India, Yordania, Kuwait, Malaysia, Meksiko, Filipina, Qatar, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Negara-negara lainnya di dunia masuk ke dalam tingkatan tiga. Yang menggembirakan, meskipun risiko kematian jauh lebih besar di negara-negara ini, angka kematian akibat perjalanan udara per penumpang juga berkurang sekitar setengahnya selama periode 2018-2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

43 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.