Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Jembrana sandingkan budaya makepung dengan polo berkuda

📅 Minggu, 11 Agu 2024, 16:30 WIB | Oleh:
Pemkab Jembrana sandingkan budaya makepung dengan polo berkuda Doc: ANTARA/Gembong Ismadi
Ket. Para peserta mengikuti Makepung Jembrana Cup di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Minggu (11/8/2024) yang dilaksanakan serangkaian HUT Kota Negara Ke-129.

Negara, Bali - Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali akan menyandingkan budaya pacuan kerbau makepung dengan polo berkuda di daerah tersebut.

"Akan ada lapangan polo berkuda di wilayah Gilimanuk. Saya akan komunikasi dengan investor agar makepung bisa diikutkan dalam olahraga itu," kata Bupati Jembrana I Nengah Tamba, saat membuka Lomba Makepung Jembrana Cup di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Minggu.

Dia mengatakan sebagai budaya atraksi yang hanya ada di Kabupaten Jembrana, pacuan kerbau makepung bisa disandingkan dengan polo berkuda, sehingga ada kolaborasi dan harmonisasi antara budaya tradisional dan modern.

"Apalagi peserta polo berkuda bisa dari berbagai negara. Hal itu menjadi momen yang efektif untuk mengenalkan budaya lokal Jembrana," katanya.

Dia yang akan bertemu dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto, karena berjanji akan membawa makepung bisa tampil saat turnamen polo berkuda.

Kepada stafnya dia memerintahkan untuk membuat video makepung yang akan dia presentasekan kepada Prabowo.

Selain akan berusaha menyandingkan makepung dengan polo berkuda, dia juga menyinggung sirkuit tradisional pacuan makepung yang potensial hilang karena pemukiman.

Menurut dia, jalan sekitar areal persawahan yang biasanya digunakan untuk arena sirkuit makepung, seiring waktu akan hilang karena munculnya pemukiman warga.

"Yang jelas kalau sudah jadi pemukiman, warga pasti minta jalan itu diaspal. Kalau sudah diaspal, tidak bisa lagi digunakan untuk sirkuit makepung," katanya.

Karena prediksi lima sampai sepuluh tahun lagi sirkuit tradisional makepung akan hilang, pihaknya sudah membangun Sirkuit All In One di Desa Pengambengan sebagai gantinya.

Dengan adanya lahan yang dilengkapi sirkuit makepung itu, katanya, kelompok atau sekaa makepung memiliki lokasi permanen untuk latihan maupun menggelar lomba.

"Karena makepung adalah tradisi dan budaya khas Kabupaten Jembrana. Keberadaannya harus kita lestarikan, termasuk dengan menyediakan sirkuit permanen," katanya.

Keinginan Pemkab Jembrana untuk menyandingkan makepung dengan polo berkuda, juga menjadi harapan kelompok makepung di daerah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

4 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.