5 Cara Menggunakan AI Secara Etis dalam Publikasi Riset
📅 Minggu, 11 Agu 2024, 13:43 WIB | Oleh: Tim PenulisMenerapkan penggunaan AI secara etis saja tidak cukup bagi seorang peneliti. Peneliti juga memiliki tanggung jawab terkait pengembangan diri agar tidak semakin tertinggal di tengah pesatnya kemajuan teknologi AI. Peneliti dituntut menajamkan kemampuan diri dalam menulis, berkolaborasi, memecahkan masalah dan menganalisis data, berpikir kritis dan kreatif, hingga mampu memahami bahasa pemrograman.
Selain itu, sudah saatnya komite etik institusi pendidikan mulai mempertimbangkan aspek 'keberadaan penggunaan AI' dalam menilai kelayakan sebuah penelitian.
Dengan digabungnya kapasitas peneliti dan penerapan penggunaan AI secara etis, peneliti dapat berkontribusi nyata pada kemajuan teknologi AI yang bertanggung jawab, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat.![]()
Mutiara Shinta Noviar Unicha, Research Assistant for Tuberculosis Studies, The Center for Tropical Medicine, Universitas Gadjah Mada dan Dito Aryo Prabowo, Lecturer, Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!