Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Selat Drake, Perairan Paling Berbahaya di Dunia

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh:

"Anda dapat merasakan efek dingin Selat Drake saat Anda menyeberanginya dengan kapal. Tiba-tiba Anda berada di dunia yang dingin ini," jelas dia. "Itu terjadi begitu saja Anda dapat melihat transisi yang terjadi hanya dalam hitungan jam," imbuh Garabato.

Penyerap Karbon

Kekuatan pendinginan tempat yang unik ini berarti Selat Drake yang sangat berbahaya membantu melindungi planet ini. Jika Antartika adalah tempat yang jauh lebih hangat dan 11,5 juta mil persegi es yang menyelimuti benua itu mencair, naka permukaan laut global akan naik lebih dari 195 kaki.

"Selat Drake mungkin juga menjadi hot spot untuk penyerapan karbon. Proses penyimpanan karbon yang dipelajari oleh Heywood dan rekan-rekannya dapat sangat efisien disini dibandingkan dengan tempat lain di Bumi," kata Lilian Dove, seorang peneliti pasca doktoral di Universitas Brown.

Suhu Antartika yang sangat dingin salah satunya disumbang oleh keberadaan Selat Drake. Tidak adanya jembatan darat yang menghubungkan benua ini dengan Amerika selatan, membuat udara utara yang hangat tidak dapat mengalir dengan mudah ke selatan.

Pemandangan bawah laut dari tekstur gunung es yang terbentuk akibat pencairan dan aksi gelombang di Selat Drake, Semenanjung Palmer, Antartika. Di bawah gunung es di wilayah tersebut, karbon yang adalah polutan gas rumah kaca utama, tenggelam dan tersimpan di bawah permukaan laut. Tempat-tempat seperti ini di seluruh dunia sangat penting untuk melawan perubahan iklim.

Penelitian Dove menunjukkan bahwa lautan di wilayah ini kurang terstratifikasi sebagian karena angin kencang dan bentuk dasar laut yang tidak teratur. Itu berarti bahwa fitoplankton, misalnya, yang menangkap karbon dari atmosfer, dapat tersapu ke kedalaman dalam volume yang sangat besar.

Selat Drake bisa jadi merupakan salah satu dari segelintir titik panas penyerapan karbon di Samudra Selatan, yang secara kolektif menyerap 600 juta ton karbon dari atmosfer setiap tahun. Jumlah tersebut setara dengan sekitar seperenam dari semua karbon yang dilepaskan oleh aktivitas manusia setiap tahunnya.

Penting untuk mengingat banyaknya kehidupan non-manusia yang tumbuh subur di Selat Drake dan tempat-tempat lain di sekitar Antartika, kata Naveira Garabato. Arus yang kuat mengangkut nutrisi ke mana-mana, mendukung kehidupan dari plankton dan krill hingga paus terbesar. "Seluruh ekosistem Antartika bergantung pada arus naik seperti ini," kata dia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
KPK Kerja Sama dengan Korta...
Megapolitan
Jakarta Masih Menarik bagi ...
Nasional
Piala Dunia Segera Hadir, A...
Olahraga
John Herdman Minta Timnas I...
Olahraga
Joshua Kimmich
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.