Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Rawan Terkena Diare dan DBD Saat Perubahan Iklim

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 06:28 WIB | Oleh:
Anak Rawan Terkena Diare dan DBD Saat Perubahan Iklim Doc: ist
Ket. cermati kesehatan anak

JAKARTA – Para orangtua harus mencermati kondisi Kesehatan anak saat terjadi perubahan iklim. Sebab Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu bumi dan perubahan pola curah hujan dapat meningkatkan risiko penyakit tropis seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan diare pada anak.

Anggota Satuan Tugas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) IDAI Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes mengatakan perubahan kondisi lingkungan membuat vektor pembawa penyakit lebih mudah berkembang biak dan memperluas wilayah penyebarannya.

"Secara global maupun lokal, peningkatan suhu bumi akan menyebabkan daerah tropis semakin luas. Karena perubahan suhu ini, sekarang daerah-daerah yang dulu tidak kenal demam berdarah mulai muncul kasusnya," kata Riyadi dalam seminar media IDAI untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup, Selasa.

Ia menjelaskan nyamuk pembawa penyakit seperti DBD dan malaria sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Kenaikan suhu memungkinkan nyamuk hidup dan berkembang biak di wilayah yang sebelumnya terlalu dingin.

Selain itu, perubahan pola curah hujan juga menciptakan lebih banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Kalau curah hujan tinggi, biasanya risiko demam berdarah meningkat karena banyak genangan yang menjadi tempat nyamuk berkembang," ujarnya.

Menurut Riyadi, perubahan iklim juga berdampak pada meningkatnya risiko diare, terutama ketika banjir dan gangguan sanitasi terjadi lebih sering akibat cuaca ekstrem.

Akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang terganggu dapat mempermudah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air, terutama pada anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.

Ia menambahkan perubahan iklim turut memengaruhi keseimbangan antara lingkungan, manusia, dan agen penyebab penyakit sehingga memicu perubahan pola penyebaran penyakit infeksi.

"Patogennya jadi pindah, host-nya menjadi rentan karena terpapar, kemudian faktor pembawanya juga bisa tumbuh dan berkembang biak di tempat tersebut," katanya.

Karena itu, Riyadi menilai upaya pengendalian perubahan iklim perlu dilakukan bersamaan dengan penguatan sanitasi, akses air bersih, edukasi masyarakat, serta pencegahan penyakit berbasis lingkungan untuk melindungi kesehatan anak.

"Kalau iklim berubah, penyakit yang sensitif terhadap lingkungan juga akan berubah pola penyebarannya. Anak-anak menjadi kelompok yang paling perlu kita lindungi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.