Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelas Menengah Bawah Semakin Banyak yang Kehilangan Pendapatan

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kelas Menengah Bawah Semakin Banyak yang Kehilangan Pendapatan Doc: ISTIMEWA
Ket. BPS merilis data IHK yang menunjukkan pelandaian yang cukup signifikan. Secara tahunan (year on year/yoy), Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,13 persen dan secara bulanan (month to month/mtm) tercatat mengalami deflasi 0,18 persen.

JAKARTA - Pada awal bulan Agustus 2024, perekonomian nasional setidaknya dikejutkan dua hal yaitu Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menurun dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang turut berkontraksi. Penurunan dua indikator itu menunjukkan banyak kelas menengah bawah yang kehilangan pendapatan karena kehilangan pekerjaan.

BPS merilis data IHK yang menunjukkan pelandaian yang cukup signifikan. Secara tahunan (year on year/yoy), Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,13 persen dan secara bulanan (month to month/mtm) tercatat mengalami deflasi 0,18 persen.

Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/8), mengatakan deflasi 0,18 persen itu deflasi terdalam pada 2024 dan deflasi ketiga beruntun.

Para analis menyatakan deflasi dua bulan beruntun adalah sinyal jika daya beli masyarakat Indonesia tengah turun. Terlebih, sejumlah indikator menunjukkan adanya tekanan pada konsumsi.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, mengatakan bahwa penurunan daya beli masyarakat karena kelas menengah ke bawah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan berujung pada penghasilannya yang menurun.

Pengamat ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengatakan secara nasional deflasi terjadi dua bulan berturut-turut, tapi di banyak kota salah satunya di Yogyakarta, deflasi sudah terjadi tiga bulan berturut-turut.

Susilo mengatakan BPS menyatakan penyebab utama deflasi kali ini bukan karena penurunan daya beli, melainkan karena pasokan yang melimpah. Namun, jika dilihat dari berbagai data ekonomi lainnya, maka perlu dianalisis secara komprehensif dengan melihat indeks manufaktur dan data tabungan kelas menengah yang turun.

"Baik inflasi maupun deflasi adalah fenomena ekonomi yang biasa terjadi. Inflasi selama masih dalam angka satu digit bukanlah penyakit ekonomi, begitu pula dengan deflasi," katanya.

Hal yang paling penting saat ini adalah pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan agar tidak terlalu bergejolak, sehingga pelaku pasar bisa merencanakan bisnisnya dengan baik dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Lemahnya daya beli masyarakat juga terlihat dari sikap kurang konsumtifnya masyarakat terhadap barang termasuk penjualan mobil yang relatif stagnan.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) mencatat penjualan mobil nasional tahun 2013 mencapai 1,23 juta unit, dan sampai saat ini, angka itu belum terlampaui. Sementara itu, produksi mobil nasional justru terus naik dan mencapai puncak di tahun 2022. Tercatat produksi mobil nasional mencapai 1,47 juta unit, naik dari tahun 2021 yang sebanyak 1,12 juta unit.

Ekonom Senior Samuel Sekuritas Indonesia (SSI), Fithra Faisal, yang mengatakan bahwa moderasi harga pangan menjadi faktor utama di balik deflasi kali ini. Kenaikan harga pangan tercatat 3,66 persen, turun dari 4,95 persen pada Juni dan merupakan yang terkecil dalam 11 bulan terakhir.

Terus Memburuk

Selain deflasi, angka PMI Manufaktur Indonesia juga mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.