Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

CrowdStrike Digugat Pemegang Saham terkait Pemadaman IT Global

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 15:36 WIB | Oleh:
CrowdStrike Digugat Pemegang Saham terkait Pemadaman IT Global Doc: Sky News
Ket. Pembaruan CrowdStrike yang salah menyebabkan 8,5 juta komputer Microsoft Windows rusak dan menimbulkan kekacauan di seluruh dunia.

CrowdStrike digugat oleh para pemegang saham setelah pembaruan perangkat lunak yang salah oleh firma keamanan siber itu menyebabkan lebih dari delapan juta komputer rusak dan menyebabkan kekacauan di seluruh dunia.

Seperti diberitakan BBC, gugatan tersebut menuding CrowdStrike membuat pernyataan "palsu dan menyesatkan" tentang pengujian perangkat lunaknya.

Dikatakan juga harga saham perusahaan turun 32% dalam 12 hari setelah insiden, menyebabkan kerugian nilai pasar sebesar 25 miliar dollar AS.

CrowdStrike membantah tuduhan tersebut dan mengatakan pihaknya akan membela diri terhadap gugatan class action yang diusulkan.

Gugatan yang diajukan di pengadilan federal Austin, Texas, menuduh bahwa eksekutif CrowdStrike menipu investor dengan membuat mereka percaya bahwa pembaruan perangkat lunak perusahaan telah diuji secara memadai.

Gugatan tersebut meminta ganti rugi dalam jumlah yang tidak ditentukan bagi investor yang memiliki saham CrowdStrike antara 29 November dan 29 Juli.

Hal ini mengutip pernyataan kepala eksekutif George Kurtz, yang mengatakan dalam panggilan konferensi pada tanggal 5 Maret bahwa perangkat lunak perusahaan tersebut telah "divalidasi, diuji, dan disertifikasi."

CrowdStrike mengatakan kepada BBC News bahwa pihaknya membantah klaim tersebut.

"Kami yakin kasus ini tidak berdasar dan kami akan membela perusahaan dengan penuh semangat," kata seorang juru bicara.

Sementara itu, kepala eksekutif Delta Air Lines, Ed Bastian, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan saluran berita bisnis CNBC bahwa gangguan yang disebabkan oleh pemadaman tersebut merugikan maskapai sebesar 500 juta dollar, termasuk hilangnya pendapatan dan kompensasi kepada penumpang.

Delta dilaporkan telah menyewa pengacara terkemuka dan bersiap untuk menuntut kompensasi dari CrowdStrike.

Pembaruan yang salah pada 19 Juli lalu menyebabkan 8,5 juta komputer Microsoft Windows di seluruh dunia tak berfungsi. Gangguan tersebut mengganggu bisnis dan layanan, termasuk maskapai penerbangan, bank, dan rumah sakit.

Dalam tinjauan terperinci atas insiden tersebut, CrowdStrike mengatakan ada "bug" dalam sistem yang dirancang untuk memastikan pembaruan perangkat lunak berfungsi dengan benar.

CrowdStrike mengatakan gangguan tersebut berarti "data konten bermasalah" dalam sebuah berkas tidak terdeteksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.