Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Harapkan EAS Jadi Platform Tingkatkan Kerja Sama di Tengah Konflik

📅 Minggu, 28 Jul 2024, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Harapkan EAS Jadi Platform Tingkatkan Kerja Sama di Tengah Konflik Doc: ANTARA/HO-Kemlu RI
Ket. Pertemuan ke-14 Tingkat Menteri Luar Negeri East Asia Summit diselenggarakan di Vientiane, Laos, pada Sabtu (27/7/2024).

Jakarta - Indonesia berharap East Asia Summit (EAS), sebagai salah satu forum terkemuka di kawasan, dapat menjadi platform untuk meningkatkan rasa saling percaya dan kerja sama di tengah berbagai konflik dunia saat ini.

"Mari gunakan energi kita untuk hal-hal yang benar-benar diperlukan dunia saat ini," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam Pertemuan ke-14 Tingkat Menlu EAS di Vientiane, Laos, pada Sabtu, seperti disampaikan melalui keterangan tertulisnya.

Retno memaparkan bahwa sesungguhnya kawasan Indo-Pasifik adalah pusat pertumbuhan global saat ini, juga pada masa depan.

Namunkonflik-konflik di dunia telah memperparah krisis global dan menghalangi negara-negara untuk bisa menyelesaikan tantangan bersama-sama.

"Di mana-mana, kita melihat tren 'kekuatan besar menguasai yang lebih kecil' atauhegemonic tendencies, yang seharusnya telah kita tinggalkan di masa lalu. Kita saksikan terjadinya peningkatan rivalitas, saling tidak percaya, dan kemungkinan terjadinya miskalkulasi," kata Retno.

Dalam merespons berbagai konflik tersebut, Menlu RI menegaskan perlunya komitmen semua negara untuk konsisten menghormati hukum internasional.

Menlu Retno selanjutnya mengajak negara-negara anggota EAS untuk bersatudan dalam kapasitasnya masing-masing membantu mendorong dihentikannya perang di Gaza dan di Ukraina, mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, serta mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Ia juga meminta negara-negara EAS untuk mencegah dan menghentikan perang di dunia serta secara konsisten memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

Terkait arah EAS ke depan, Menlu Retno mengajak negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama, termasuk melalui penguatan peran para dubes EAS (the EAS Groupof Ambassadors).

"Penguatan peran para dubes EAS sangat penting bagi upaya-upaya menciptakan rasa saling percaya. Tidak hanya untuk membahas hal-hal teknis dan praktis, mereka juga bisa membahas hal-hal yang bersifat substantif," ujar Retno.

Dalam pertemuan para menlu EAS, beberapa negara mitra, antara lain Amerika Serikat dan India, kembali menyampaikan dukungannya terhadap Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP).

Pertemuan tersebut menghasilkanChairman's Statementyang memuat kembali komitmen negara-negara anggota EAS untuk lebih memperkuat EAS sebagaileaders-ledforum untuk berdialog dan bekerja sama dalam isu-isu strategis, politik, dan ekonomi yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama dengan tujuan untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran ekonomi di Asia Timur.

Para menlu juga sepakat mendorongEAS Leaders' Statement on Enhancing Connectivity and Resilienceyang diharapkan dapat diadopsi pada pertemuan para pemimpin EAS pada KTT Oktober mendatang.

EAS merupakan forum regional terbuka yang muncul di kawasan Asia Timur sejak 2005. Pada awal pembentukannya, terdapat 16 negara peserta EAS, yaitu 10 negara ASEAN, Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

AS dan Federasi Rusia resmi bergabung menjadi peserta EAS pada KTT ke-6 EAS di Bali, November 2011. Dengan demikian, jumlah negara peserta EAS sekarang menjadi 18.
???????
EAS merupakan forumleaders-ledsummitdengan ASEAN sebagai kekuatan penggerak dalam kemitraan dengan negara-negara anggota lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.