Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Suharso: Pertanian Regeneratif Jadi Solusi Atasi Krisis Lingkungan

📅 Senin, 22 Jul 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Suharso: Pertanian Regeneratif Jadi Solusi Atasi Krisis Lingkungan Doc: ANTARA/HO-Bappenas
Ket. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa saat membuka membuka Expert Group Meeting (EGM) di Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/7/2024).

Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menganggap pertanian regeneratif sebagai solusi menjanjikan untuk mengatasi krisis lingkungan dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

"Dalam kerangka regulasi kita, salah satu pengejawantahan nyata dari upaya itu adalah UU (Undang-Undang) Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan yang mengamanatkan pendekatan agro ekosistem dan prinsip pertanian konservasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip dari pertanian regeneratif untuk menghidupkan tanah kita secara berkelanjutan," ujarnya saat mengunjungi Science and Techno Park IPB University di Bogor, Jawa Barat, sekaligus membuka Expert Group Meeting (EGM), dikutip dari keterangan resmi, Jakarta, Jumat.

Dalam kesempatan tersebut, dia menyoroti isutriple planetary crisisyang telah menjadi perhatian global dan memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan.

Sektor pertanian menjadi sorotan utama dalam diskusi ini karena menjadi salah satu sektor yang paling terdampak perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Di sisi lain, sektor pertanian juga dapat menjadi kontributor masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

"Perubahan iklim secara nyata juga memiliki dampak dan ancaman terhadap sektor pertanian. Semakin ekstremnya pola curah hujan dan kemarau yang berkepanjangan, kenaikan suhu rata-rata di bumi, kenaikan muka air laut, serta tingginya potensi bencana alam turut meningkatkan risiko yang dihadapi berbagai kegiatan di sektor pertanian," ungkap Kepala Bappenas.

Dia memaparkan data Survei Pertanian Terintegrasi (SITASI) Badan Pusat Statistik pada 2021 yang menunjukkan tingkat ketidakberlanjutan tinggi dalam sektor pertanian Indonesia. Karena itu, Suharso mendorong pertanian regeneratif sebagai solusi yang menjanjikan dalam mengatasi krisis lingkungan dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia sendiri telah berkomitmen mencapai pembangunan berkelanjutan dan memenuhi komitmen internasional terkait pengelolaan lingkungan.

Mengacu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, pemerintah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen dengan upaya sendiri atau 43,20 persen dengan dukungan internasional.

Suharso mengharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan solusi dan langkah nyata yang konstruktif dalam mendorong pertanian regeneratif di Indonesia.

"Dengan mengadopsi praktik pertanian yang berkelanjutan, Indonesia dapat menjaga kesehatan tanah, meningkatkan ketahanan pangan, dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan," ucap Menteri PPN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.