“Cyber Security' Bagian Paling Kritis dari Pertahanan Nasional
📅 Rabu, 03 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Cyber security merupakan bagian sangat kritis dari pertahanan nasional satu negara karena menyangkut berbagai data yang menunjukkan kelebihan dan kelemahannya dari berbagai bidang, seperti pangan, energi, militer, dan pertahanan keamanan secara menyeluruh.
Pakar keamanan siber dari Laboratorium Kota Cerdas dan Keamanan Siber Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Ridho Rahman Hariadi, yang diminta pendapatnya, mengatakan kemampuan cyber security yang memadai sangat dibutuhkan karena perkembangan teknologi ransomware semakin berkembang dan banyak menimbulkan bahaya serta menargetkan korban dalam skala besar.
Ransomware, katanya, dirancang mengenkripsi data di dalam sistem dan mencegah pemiliknya mengakses data tersebut. Setelah itu, penyerang akan mengirim pesan tebusan untuk imbalan pemulihan akses.
"Mengapa ini perlu diantsipasi, karena serangan ransomware terhadap infrastruktur kritis juga dapat mengganggu layanan penting seperti kesehatan dan transportasi. Hal ini pastinya akan membawa ketidaknyamanan dan potensi bahaya bagi masyarakat," kata Ridho.
Tidak hanya institusi besar, tetapi juga mengancam masyarakat luas. Dampaknya termasuk kehilangan data pribadi, seperti foto, dokumen, dan informasi keuangan yang terinfeksi ransomware.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pelaku juga dapat mencuri data sensitif dan mengancam untuk mempublikasikan atau menjualnya jika tebusan tidak dibayar. Memungkinkan mereka menyerang akun sosial media, akun bank, maupun akun-akun pribadi lainnya untuk mendapat keuntungan tertentu," katanya.
Diminta pada kesempatan lain, Chief Business & Partnership Botika, Galuh Koco Sadewo, mengatakan di era digital saat ini, serangan siber dapat mengakibatkan kerugian besar, baik dari segi ekonomi maupun reputasi. Oleh karena itu, penting bagi setiap negara untuk memiliki strategi yang komprehensif dan up to date dalam melindungi infrastruktur kritikal dan data sensitif dari ancaman siber.
Galuh mengatakan belajar dari kejadian yang menimpa Pusat Data Nasional (PDN), maka edukasi dan pelatihan terkait keamanan siber harus menjadi prioritas. Serangan ke PDN membuktikan kesadaran mengenai cyber security di level teratas, para pengambil keputusan, sangat lemah. Oleh karena itu, edukasi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berlaku bagi personel militer dan pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat umum.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan menghindari jebakan siber adalah langkah awal yang signifikan dalam membangun pertahanan yang kokoh," kata Galuh.
Program-program edukasi tersebut bisa melibatkan sekolah, universitas, dan juga kampanye publik yang terus-menerus.
Menurut Galuh, kerja sama internasional juga memainkan peran penting dalam keamanan siber. Negara-negara perlu bekerja sama dalam berbagi informasi, teknologi, dan strategi untuk menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Organisasi internasional, seperti Interpol dan NATO, telah menunjukkan bahwa kolaborasi lintas batas dapat meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi dan merespons serangan siber secara lebih efektif.
Teknologi yang terus berkembang juga membawa tantangan baru dalam bidang keamanan siber. Oleh karena itu, menurut Galuh, penelitian dan pengembangan dalam teknologi keamanan harus selalu diperbarui untuk menghadapi ancaman yang semakin canggih.
Investasi dalam teknologi seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin dapat membantu dalam mendeteksi dan menanggulangi serangan siber secara lebih cepat dan efisien.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!