Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

107 Wilayah Jakarta 'Darurat' Narkoba

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
107 Wilayah Jakarta 'Darurat' Narkoba Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Pol Nurhadi Yuwono dalam acara puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024 di Kantor BNNP DKI Jakarta, Rabu (26/6).

JAKARTA - Warga Jakarta diingatkan terutama orangtua agar mencermati anak-anak karena sebanyak 107 wilayah ibu kota termasuk dalam pengamatan serius Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jakarta.

"Sebanyak 107 wilayah masuk kategori waspada serius peredaran narkoba. Ini perlu ditangani secara serius dan berkesinambungan," jelas Kepala BNNP Jakarta, Brigjen Pol Nurhadi Yuwono, Rabu (26/6).

Nurhadi menyebut angka kasus penyalahgunaan narkoba untuk kategori pernah pakai dan setahun pakai paling banyak di perkotaan, dibanding perdesaan. Hal tersebut berdasarkan survei nasional prevalensi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan BNN. Dia bekerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023.

Angka kasus penyalahgunaan narkoba untuk kelompok umur 15-24 tahun dan 50-64 tahun cenderung naik lebih tinggi dibanding kelompok umur lainnya. Menurut Nurhadi, jika masalah peredaraan narkoba tersebut tidak diselesaikan dengan serius, maka jumlah kawasan rawan peredaran narkoba akan terus bertambah.

Sebab letak geografis Jakarta sangat rentan dan rawan menjadi jalur masuk peredaran gelap narkoba. Maka dari itu, dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2024, BNNP Jakarta telah mengadakan berbagai macam kegiatan dalam upaya mencegah maraknya korban penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan tersebut mencakup Jalan Sehat yang dilaksanakan di Lapangan Banteng 21 Juni, Deklarasi Antinarkoba Masyarakat Pesisir di Museum Bahari 24 Juni, dan Donor Darah 25 Juni. Adapun dalam peringatan HANI diberikan juga penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam upaya Pencegahan Pemberatasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Pemberian penghargaan kepada perorangan maupun institusi dengan pertimbangan memiliki komitmen serta berperan aktif dalam pelaksanaan P4GN. Penghargaan diberikan kepada Satpol PP Jakarta, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta, Biro Pemerintahan Provinsi Jakarta, dan Kanwil DJBC Jakarta.

Anehnya, meski disebut angka 107, BNN tidak menyebut satu pun wilayah tersebut. Namun, beberapa waktu lalu termuat daerah atau kawasan Jakarta yang disebut-sebut rawan narkoba. Di antaranya, Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng Barat, dan Kapuk (Cengkareng).

Kemudian, kelurahan Kota Bambu Selatan, Kota Bambu Utara, dan Palmerah. Ada juga daerah lain, seperti Manggarai, kelurahan Manggarai Selatan, Pasar Manggis, dan Setiabudi. Ada juga Pancoran, Tebet, Mampang, dan Jagakarsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.