Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LNG Abadi Masela Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Energi di Indonesia Timur

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 13:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
LNG Abadi Masela Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Energi di Indonesia Timur Doc: ANTARA
Ket. Kilang minyak lepas pantai.

JAKARTA - Proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Abadi Masela diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga kawasan timur Republik Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7), menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

"Kehadiran proyek ini juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta membuka kesempatan kerja yang luas dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," kata Prasetyo dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis (16/7).

Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.

Proyek tersebut dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Prasetyo mengatakan proyek tersebut memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses pengembangan hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada 1998.

Hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target yang direncanakan, sementara berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju final investment decision (FID) pada akhir 2026.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek LNG Abadi Masela juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan.

Prasetyo mengatakan penerapan teknologi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor energi yang berdaya saing sekaligus lebih ramah lingkungan untuk mendukung transisi energi nasional.

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), proyek tersebut diperkirakan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional sekitar 137,7 miliar dolar AS hingga 2055.

Proyek itu juga diproyeksikan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung selama masa konstruksi serta meningkatkan pendapatan negara dan daerah.

Pemerintah menegaskan pengembangan proyek strategis nasional akan terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pembangunan sektor energi juga diarahkan untuk meningkatkan produksi nasional, memperkuat industri, memperluas kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...

Harga Cabai Rawit Rp94.900/Kg, Telur Ayam Rp31.000/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp94.900/...
Advertisement
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.