Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh Pesat dalam Dua Tahun Mendatang

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh Pesat dalam Dua Tahun Mendatang Doc: istimewa
Ket. Seorang pedagang menata sekarung beras di pasar tradisional Bekasi, 1 Maret 2024.

WASHINGTON - Menurut laporan Bank Dunia, perekonomian Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh selama dua tahun ke depan karena didukung oleh konsumsi domestik dan investasi meskipun ekspor lemah.

Pengeluaran rumah tangga, yang secara tradisional menjadi penyumbang utama terhadap Produk Domestik Bruto, serta pengeluaran terkait pemilu, mendorong Indonesia mencapai 5,11 persen pada kuartal pertama 2024.

"Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat sebesar lima persen secara keseluruhan pada tahun ini, diikuti oleh 5,1 persen pada 2025 dan 2026," bunyi laporan Prospek Perekonomian Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Dunia, Senin (24/6).

Dikutip dari Voice of America (VoA), perkiraan terbaru ini menunjukkan peningkatan dari prediksi Bank sebelumnya sebesar 4,9 persen untuk tahun ini dan tahun depan, yang kemudian diikuti dengan lima persen pada 2026.

"Perekonomian diperkirakan akan mendapat manfaat dari peningkatan konsumsi masyarakat dan investasi, tetapi akan menghadapi hambatan, terutama dari memburuknya kondisi perdagangan," kata laporan itu.

Laporan tersebut juga menggarisbawahi beberapa risiko terhadap perekonomian, termasuk tingginya suku bunga dan guncangan geopolitik, yang selanjutnya dapat membebani ekspor yang sudah terkena dampak penurunan harga.

"Prospeknya stabil, tetapi risikonya cenderung ke bawah," kata ekonom senior Bank Dunia, Wael Mansour pada konferensi pers.

"(Proyeksi) dasar kami mengasumsikan kesinambungan kebijakan, terutama yang terkait dengan peningkatan investasi."

"Proyeksi terbaru mengasumsikan kontribusi besar dari konsumsi masyarakat, dengan peningkatan belanja pemerintah yang diperkirakan terjadi. Sementara itu, investasi asing langsung sebagai bagian dari PDB diproyeksikan akan kembali ke tingkat sebelum pandemi," kata Mansour.

Dia menambahkan aturan fiskal Indonesia yang "kredibel" turut membantu menarik investasi dan menurunkan premi risiko Indonesia.

Namun, presiden terpilih Prabowo Subianto dilaporkan berencana meningkatkan rasio utang terhadap PDB menjadi 50 persen, dari sebelumnya kurang dari 40 persen, untuk membiayai sejumlah program yang digaungkan selama masa kampanye, termasuk penyediaan makanan sekolah gratis. Salah satu anggota tim kampanye Prabowo membantah rencana tersebut.

Anggaran pemerintah 2025, yang akan jatuh tempo pada Oktober, diharapkan dapat menguraikan rencana implementasi tujuan ekonomi pemerintahan baru, dan memberikan sinyal arah kebijakan fiskal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.