Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebakaran Hutan di Turki Menewaskan 12 Orang dan Menghancurkan Ternak

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Hutan di Turki Menewaskan 12 Orang dan Menghancurkan Ternak Doc: DW/Reuters/Kaan Soyturk
Ket. Petugas pemadam kebakaran di Turki berjuang memadamkan kebakaran hutan selama lima hari pada 2021.

CINAR - Kebakaran besar menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 75 orang di wilayah tenggara Turki yang sebagian besar penduduknya adalah suku Kurdi, kata menteri kesehatan pada Jumat (21/6).

Ratusan hewan mati dalam kobaran api yang berkobar di wilayah kering.

Kebakaran tersebut menyebabkan sebagian besar lahan hangus dan menghitam antara kota Diyarbakir dan Mardin, dekat perbatasan dengan Suriah.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan 12 orang tewas dan 78 orang mengalami luka-luka dan menghirup asap. Lima orang dirawat di perawatan intensif, katanya.

Partai DEM Turki yang pro-Kurdi, yang memenangkan banyak kota di tenggara dalam pemilihan lokal pada bulan Maret, mengkritik intervensi pemerintah "terlambat dan tidak cukup".

Ketika api menyebar pada malam hari, DEM mendesak pemerintah untuk mengirim pesawat pengebom air, dan mengatakan bahwa memadamkan api dari darat "tidaklah cukup".

Pada Kamis, api menyala dan dengan cepat mengancam lima desa. Kobaran api baru terjadi pada hari Jumat di dekat desa Ergani tetapi dapat dikendalikan, kata seorang koresponden AFP.

Ternak Terdampak

Seorang reporter AFP di provinsi Diyarbakir melihat sekitar 100 hewan tergeletak mati di tanah di desa Koksalan.

Warga mengatakan kepada AFP, sekitar separuh kawanan domba dan kambing mereka yang berjumlah 1.000 ekor telah musnah.

Seorang dokter hewan setempat, yang tidak mau menyebutkan namanya, membenarkan kematian tersebut dan mengatakan banyak dari hewan ternak yang selamat sedang dirawat karena luka bakar.

"Kami tidak memiliki informasi yang jelas mengenai berapa banyak hewan yang terkena dampaknya," kata dokter hewan tersebut kepada AFPTV.

"Tetapi saat ini, hampir setengah dari korban yang selamat harus dibantai karena mereka tidak dapat diselamatkan."

Seracettin Bedirhanoglu, anggota partai oposisi CHP dan pemimpin provinsi Van bagian timur, menggambarkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang "tak tertahankan", dan mendesak dokter hewan untuk pergi ke daerah tersebut untuk membantu merawat hewan-hewan yang terluka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

10 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...

Data Biometrik SIM Benarkah Mampu Meningkatkan Keamanan

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.