Kebakaran Hutan di Turki Menewaskan 12 Orang dan Menghancurkan Ternak
📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis"Mereka tidak berdaya dan tidak berdaya... Dalam setiap kebakaran besar, mereka yang terluka terlebih dahulu. Saya bertanya kepada saudara-saudari dokter hewan saya: silakan pergi ke zona kebakaran karena mereka membutuhkan Anda," tulisnya di X.
Penyelidikan Kebakaran
Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya menyalahkan kebakaran akibat "pembakaran tunggul" yang dimulai pada Kamis malam dan menyebar dengan cepat melalui angin kencang, sehingga berdampak pada lima desa.
Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc mengatakan di platform X, kantor kejaksaan telah membuka penyelidikan mengenai penyebab kebakaran tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Turki telah mengalami 74 kebakaran hutan sepanjang tahun ini, yang telah merusak 12.910 hektare lahan, menurut Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (EFFIS).
Pada musim panas 2021, Turki mengalami kebakaran hutan besar yang merenggut sembilan nyawa dan menghancurkan sebagian besar lahan hutan di sepanjang pantai Mediterania dan Aegean.
Bencana tersebut memicu krisis politik setelah diketahui bahwa Turki tidak memiliki pesawat pemadam kebakaran yang berfungsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini menambah tekanan pada Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang terpaksa menerima bantuan internasional.
Hal ini juga mendorong pemerintah untuk mendorong ratifikasi Perjanjian Iklim Paris yang dilakukan Turki, dan menjadi negara terakhir di antara negara-negara G20 yang melakukan hal tersebut.
Para ahli mengatakan perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia menyebabkan kebakaran hutan dan bencana alam lainnya lebih sering dan lebih intens. Para ahli telah memperingatkan Turki untuk mengambil tindakan untuk mengatasi masalah tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!