Maluku Didorong Jadi Pusat Distribusi Daerah Perikanan
📅 Rabu, 19 Jun 2024, 16:32 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beserta para mitra mendorong Provinsi Maluku sebagai pusat distribusi daerah perikanan.
Hal ini dilatarbelakangi letak geografis Maluku yang menawarkan keunggulan logistik, karena terletak di tengah-tengah daerah penangkapan ikan utama dan pasar regional, sehingga kawasan ini berfungsi sebagai pusat distribusi perikanan yang ideal. Lokasi ini memiliki akses yang efisien ke pasar domestik dan internasional, sehingga mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan efisiensi logistik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) KKP I Nyoman Radiarta saat menyampaikan keynote speech "Leveraging Maluku as The Hub for Regional Distribution for Fisheries" secara daring pada kegiatan Coaching Clinic and Business Matching Penguatan Kapasitas Perikanan Berkelanjutan, di Ambon, Maluku, yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami bersama di sini untuk mengeksplorasi kepentingan strategis Maluku di sektor perikanan, mengetahui kegiatan terkini, dan mengenali peluang pertumbuhan. Tujuan utama kami adalah menguraikan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengubah Maluku menjadi pusat distribusi perikanan regional yang terkemuka. Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian nasional secara signifikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal," ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/6).
Menurutnya, saat ini, Maluku aktif terlibat dalam perikanan, menangkap spesies penting seperti tuna dan gurita. Tingkat produksinya saat ini cukup menjanjikan, didukung oleh data ekspor yang substansial yang mencerminkan landasan kokoh yang telah dibangun.
Namun demikian, masih terdapat potensi besar yang belum dikelola untuk dapat dimanfaatkan dengan baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sumber daya laut yang belum dimanfaatkan di Maluku memberikan peluang besar untuk meningkatkan produksi dan ekspor. Dengan memanfaatkan sumber daya ini, kita dapat meningkatkan dampak ekonomi pada tingkat lokal dan nasional. Potensi pertumbuhannya sangat besar, dan dengan strategi yang tepat, kita dapat memanfaatkan potensi ini untuk memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan," tutur Nyoman.
Untuk mendukung pertumbuhan ini, KKP fokus pada peningkatan dan pengembangan infrastruktur, termasuk pelabuhan dan fasilitas pengolahan. Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) merupakan komponen kunci dari strategi ini.
SKPT ini dirancang untuk menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung peningkatan produksi dan memastikan distribusi yang efisien.
Menurutnya, KKP telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk mendukung sektor perikanan. Hal ini mencakup kebijakan yang bertujuan untuk mendorong praktik penangkapan ikan berkelanjutan dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.
Pekan lalu, KKP telah meluncurkan Pemodelan Kerjasama Usaha Hulu-Hilir Perikanan Tangkap, serta program prioritas penangkapan ikan terukur berbasis kuota di Tual, Maluku.
"Keberlanjutan adalah inti dari strategi kami. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa praktik penangkapan ikan kami tidak menguras sumber daya laut dan memberikan kontribusi positif terhadap ekosistem dan masyarakat lokal. Praktik berkelanjutan sangat penting bagi kelangsungan industri perikanan kita dalam jangka panjang," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!