Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Pengawasan Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Lakukan Tes Narkoba ke Personel Penerbangan di Bandara Soetta

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 12:00 WIB | Oleh:
Perkuat Pengawasan Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Lakukan Tes Narkoba ke Personel Penerbangan di Bandara Soetta Doc: Dok. Istimewa

TANGERANG – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memperkuat budaya keselamatan di sektor penerbangan melalui pelaksanaan Rapid Urine Napza (tes zat narkotika, psikotropika, dan zat adiktif dalam tubuh) Random Check terhadap personel penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (1/8).

Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan untuk memastikan seluruh personel penerbangan yang menjalankan tugas berada dalam kondisi sehat, bebas dari penyalahgunaan narkotika, serta mampu menjalankan tugas secara profesional demi menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tidak hanya ditentukan oleh kelaikudaraan pesawat dan kesiapan infrastruktur, tetapi juga oleh kondisi fisik dan mental seluruh personel yang terlibat dalam operasional penerbangan.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berkomitmen menjaga standar keselamatan penerbangan melalui pengawasan yang konsisten terhadap seluruh aspek operasional, termasuk memastikan setiap personel penerbangan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat ditawar," ujar Lukman.

Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap personel penerbangan dari sejumlah maskapai nasional yang melayani rute internasional maupun domestik. Maskapai yang menjadi objek pemeriksaan meliputi TransNusa, Garuda Indonesia, Citilink, Lion Group, Pelita Air, dan AirAsia.

Pada rute internasional, pemeriksaan dilakukan terhadap 54 personel, terdiri atas awak kokpit dan awak kabin. Sementara pada rute domestik dilakukan pemeriksaan terhadap 80 personel, sehingga total personel yang menjalani pemeriksaan mencapai 134 orang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, menunjukkan bahwa personel penerbangan yang menjalani pemeriksaan, secara umum memenuhi persyaratan dan berada dalam kondisi yang baik. Setiap hasil pemeriksaan diproses sesuai prosedur yang berlaku sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa setiap indikasi penyalahgunaan narkotika akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang- 
undangan 
"Kami menerapkan prinsip zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan penerbangan. Setiap indikasi akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku untuk memastikan keselamatan operasional penerbangan tetap terjaga," tambah Lukman.

Sebagai bentuk sinergi dalam pengawasan keselamatan penerbangan,
pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Balai Kesehatan Penerbangan, serta Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan tes narkotika secara berkala maupun secara acak di berbagai bandar udara di Indonesia sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap personel penerbangan.

Melalui langkah tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berharap kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara nasional semakin meningkat seiring dengan terjaganya standar keselamatan penerbangan Indonesia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.