Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Maluku Didorong Jadi Pusat Distribusi Daerah Perikanan

📅 Rabu, 19 Jun 2024, 16:32 WIB | Oleh:

Namun demikian terdapat tantangan-tantangan, seperti kesenjangan infrastruktur dan masalah akses pasar. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini diperlukan upaya terkoordinasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal.

Dengan bekerja sama, kita dapat menemukan solusi efektif dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Kerja sama tersebut juga perlu melibatkan mitra internasional, seperti Jepang, antara lain melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), The Ocean Policy Research Institute (OPRI) of The Sasakawa Peace Foundation, dan Japan Enterprises, yang dapat memberikan pengetahuan berharga, akses pasar, dan dukungan terhadap praktik berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan keahlian global, pihaknya optimis dapat memajukan sektor perikanan secara signifikan. Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara BPPSDM, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, dan OPRI tentang pengembangan perikanan dan ekonomi biru berkelanjutan di Indonesia.

Penandatanganan LoI dilakukan oleh Kepala BPPSDM I Nyoman Radiarta (diwakili secara simbolis oleh Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Lilly Aprilya Pregiwati), Dekan FPIK Unpatti Yoisye Lopulalan, dan Presiden OPRI Hide Sakaguchi.

Nyoman melanjutkan, manfaat ekonomi dari pengembangan Maluku sebagai pusat perikanan sangatlah besar. Pembangunan ini akan meningkatkan perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Dampak ekonomi yang diproyeksikan mencakup peningkatan pendapatan nelayan, pendapatan ekspor yang lebih tinggi, dan peningkatan stabilitas ekonomi di wilayah tersebut.

"Oleh karena itu, pelibatan masyarakat lokal sangat penting untuk keberhasilan inisiatif kami. Keterlibatan masyarakat memastikan bahwa manfaat pembangunan ini dapat dirasakan secara luas dan inisiatif-inisiatif tersebut berkelanjutan dalam jangka panjang. Program pelibatan masyarakat akan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab di kalangan warga setempat," ungkapnya.

Karena itu, investasi Sumber Daya Manusia (SDM) sangatlah penting, sebagaimana yang dilakukan BPPSDM melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan. Di Ambon, BPPSDM memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru, Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Kampus Maluku, serta Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.

UPT-UPT tersebut memiliki kompetensi untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat. Kapasitas SDM ditingkatkan dengan baik untuk memenuhi tuntutan dunia usaha dan industri perikanan modern.

Sebagai rangkaian acara pada kegiatan Penguatan Kapasitas Perikanan Berkelanjutan ini dilakukan juga kunjungan ke Pelabuhan Perikanan Nusantara dan BPPP Ambon.

Di BPPP Ambon dilakukan peninjauan sarana prasarana peningkatan kapasitas SDM, seperti kawasan percontohan budidaya lobster air laut (lobster mutiara), unit gerai ikan dan pengolahan ikan untuk melihat proses aklimatisasi ikan nila air tawar menjadi air laut dan proses loin ikan tuna, kawasan eduwisata bahari dan Smart Fisheries Village UPT, serta kapal latih Bawal Putih III.

"Visi kita bersama untuk Maluku sudah jelas. Kami bertujuan untuk menjadikannya sebagai pusat perikanan terkemuka, dengan infrastruktur yang kuat, praktik berkelanjutan, dan perekonomian yang berkembang. Tujuan jangka panjangnya mencakup mencapai pertumbuhan produksi yang signifikan, meningkatkan akses pasar, dan memastikan kelestarian lingkungan," ujar Nyoman.

"Untuk mewujudkan visi tersebut tentunya memerlukan dukungan dan peran serta seluruh pemangku kepentingan. Saya mendorong Anda masing-masing untuk berkontribusi pada inisiatif ini, baik melalui investasi, inovasi, atau dukungan komunitas. Bersama-sama, kita dapat menjadikan Maluku sebagai mercusuar produksi perikanan berkelanjutan dan pusat perekonomian penting bagi Indonesia," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wisatawan Mancanegara Ikut Berbelanja ke Pasar Tanah Abang

10 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...
Luar Negeri
Kedubes Desak Warga AS Ting...

UE Serukan Pembahasan Krisis Migran di Ceuta

40 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Serukan Pembahasan Krisi...
Luar Negeri
Korsel Catatkan Suhu Terpan...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.