Pemerintah Didorong Percepat Realisasi PLTS 100 GW untuk Tarik Investasi Hijau
📅 Senin, 03 Agu 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Pemerintah didorong segera merealisasikan target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) agar tidak hanya mempercepat transisi energi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap komitmen Indonesia dalam pengembangan energi bersih.
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai perubahan iklim harus ditempatkan sebagai agenda utama pembangunan karena dampaknya menjangkau hampir seluruh sektor, mulai dari kesehatan, ekonomi, energi, hingga ketahanan pangan dan keamanan.
"Perubahan iklim adalah faktor terpenting yang menentukan masa depan umat manusia. Jika kita gagal mengatasinya, kita akan kesulitan menyelesaikan persoalan-persoalan lainnya," kata Dino dalam pembukaan Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta.
Sebagai masukan bagi pemerintah, Dino menilai realisasi proyek PLTS 100 GW perlu menjadi prioritas, bukan sekadar target jangka panjang. Menurutnya, proyek tersebut akan menjadi bukti nyata keseriusan Indonesia menjalankan transisi energi.
"Kalau kita bisa membuktikan bahwa 100 gigawatt itu benar-benar dibangun, beroperasi, dan menghasilkan listrik, maka kepercayaan investor dan dana ESG akan mengalir ke Indonesia," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian yang sama besar terhadap proyek PLTS sebagaimana berbagai program prioritas nasional lainnya, karena keberhasilan proyek tersebut akan menjadi penentu daya tarik investasi hijau Indonesia.
Target pembangunan PLTS 100 GW sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi mencapai kemandirian energi sekaligus menekan emisi karbon nasional.
Namun Dino mengingatkan, waktu yang dimiliki Indonesia tidak banyak. Hingga 2030, dunia harus mampu memangkas emisi karbon global sekitar 45 persen agar kenaikan suhu Bumi tidak melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mempercepat pembangunan PLTS, ia juga mendorong pemerintah memperkuat perlindungan hutan dan lahan gambut, mengembangkan pasar karbon, serta meningkatkan diplomasi iklim Indonesia di berbagai forum internasional.
Bergerak Cepat
Managing Director Energy Shift Institute (ESI) Putra Adhiguna menilai target 100 GW merupakan langkah positif, tetapi pemerintah juga perlu memastikan implementasinya dimulai melalui proyek-proyek yang dapat segera direalisasikan dalam 12 hingga 24 bulan ke depan.
"Target besar itu penting, tetapi yang lebih penting adalah menunjukkan progres nyata. Kita ingin melihat pembangunan PLTS terus berjalan sehingga transisi energi benar-benar bergerak," katanya.
Putra menambahkan, investasi global pada energi bersih kini telah melampaui investasi bahan bakar fosil sehingga Indonesia memiliki peluang besar memperkuat industri hijau domestik apabila mampu bergerak lebih cepat.
Ia mencontohkan India yang mampu membangun kapasitas PLTS setara PLTS Terapung Cirata setiap lima hari, sedangkan Tiongkok terus mempercepat pembangunan kawasan industri rendah emisi dan menjadi motor utama transisi energi dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!