Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengembangkan Perikanan Tambak guna Meningkatkan Ekonomi Nelayan

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 23:37 WIB | Oleh:
Mengembangkan Perikanan Tambak guna Meningkatkan Ekonomi Nelayan Doc: Antara
Ket. Petambak memanen udang dibudidayakan dalam keramba apung di Banda Aceh.

Banda Aceh - Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh mengembangkan potensi budi daya perikanan tambak guna meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Kepala DP2KP Kota Banda Aceh Iskandar di Banda Aceh, Selasa, mengatakan pengembangan budi daya perikanan tambak itu dilakukan tersebar di beberapa kecamatan yang memiliki potensi perikanan tambak yang menjanjikan.

"Kami berupaya mengembangkan budi daya perikanan tambah karena potensinya menjanjikan. Pengembangan budi daya perikanan tambak ini ada di beberapa kecamatan," katanya.

Iskandar menyebutkan pengembangan budi daya perikanan tambak itu berlokasi di antaranya di Kecamatan Meuraxa dengan luas tambak mencapai 72,2 hektare, Kecamatan Kuta Alam dengan luas tambak 30 hektare, Kecamatan Kutaraja mencapai 20 hektare, serta Kecamatan Syiah Kuala dengan luas tambak mencapai 158 hektare.

Selain pengembangan budi daya perikanan tambak, kata dia, pihaknya juga berupaya melakukan modernisasi alat tangkap nelayan perikanan tangkap. Tujuannya, agar hasil perikanan tangkap nelayan dapat meningkat

"Kami terus berupaya memodernisasi alat tangkap agar produktivitas nelayan meningkatkan. Kini, hampir sebagian besar nelayan di Kota Banda Aceh menggunakan alat modern," kata Iskandar.

Kepala DP2KP Kota Banda Aceh itu menyebutkan produksi perikanan di daerahnya, baik tangkap maupun budi daya pada 2025 mencapai 20.535 ton. 

"Untuk jumlah nelayan di Kota Banda Aceh tercatat sebanyak 949 orang dengan jumlah kapal sebanyak 604 unit. Kami juga berupaya melakukan inovasi agar produktivitas nelayan meningkatkan, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat nelayan setempat," kata Iskandar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Jepang Tuntaskan Tahap Akhi...

Sudah Tepat Langkah PSIM Kirim Reva Adi  ke Borneo

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Sudah Tepat Langkah PSIM Ki...

Hamas Harus Secepatnya Dilucuti

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Hamas Harus Secepatnya Dilu...

PSS Sleman Pede Menyambut Liga Super 2026/2027

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Pede Menyambut L...

Gagal di Ganda Putri, Kini Janice Fokus di Nomor Tunggal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gagal di Ganda Putri, Kini ...

Kebutuhan Global Akan Emas Tengah Merangkak Naik

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Kebutuhan Global Akan Emas ...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.