Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Cianjur Mencatat Ratusan Sekolah Rusak Dibangun Tahun Ini

📅 Jumat, 14 Jun 2024, 16:46 WIB | Oleh:
Pemkab Cianjur Mencatat Ratusan Sekolah Rusak Dibangun Tahun Ini Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Salah satu ruangan di SMPN 4 Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, rusak dan tidak dapat digunakan dalam proses belajar mengajar sejak beberapa tahun terakhir.

CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat ratusan bangunan sekolah yang rusak akibat bencana alam dan ambruk dimakan usia menjadi prioritas pembangunan tahun ini termasuk SMP 4 Sukaresmi.

Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Jumat, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir jumlah sekolah rusak di Cianjur terus bertambah termasuk setelah diguncang gempa tahun 2022, namun sebagian besar mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

"Untuk sekolah rusak akibat gempa langsung dibangun kembali berkat bantuan pemerintah pusat, sedangkan yang rusak akibat bencana dan lapuk dimakan usia tersebar dari Cianjur utara hingga selatan," katanya.

Minimnya anggaran untuk perbaikan sekolah rusak membuat pemerintah daerah menerapkan skala prioritas untuk sekolah yang rusak berat akibat bencana alam dan belum pernah mendapatkan bantuan renovasi dari pemerintah.

Bahkan sampai saat ini pihaknya terus berupaya mengurangi jumlah sekolah yang rusak setiap tahunnya dengan menambah anggaran bantuan dari provinsi dan pusat serta bantuan dari swasta, termasuk dari dana tidak terduga.

"Kita upayakan setiap tahun jumlah sekolah rusak atau ambruk terus berkurang, termasuk SMP 4 Sukaresmi yang dua ruang kelasnya rusak berat akan mendapat perbaikan," katanya.

Kepala Sekolah SMPN 4 Sukaresmi, Asep Yani, mengatakan sekolah yang terletak di Desa Kubang itu setiap hari menampung 120 siswa yang menjalani proses belajar mengajar, namun saat ini kekurangan ruang kelas karena dua dari enam ruangan rusak.

Rusaknya ruang kelas sudah terjadi sejak tahun 2010, di mana langit-langit jebol dan dinding ruangan retak sehingga rawan ambruk ketika dipaksakan untuk dipakai. Tidak hanya kekurangan ruang kelas, pihaknya juga kekurangan meja dan kursi di setiap ruangan.

"Harapan kami segera mendapat perbaikan dan tambahan meja dan kursi serta sarana dan prasarana penunjang pendidikan layaknya sekolah negeri lainnya," kata Asep. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.