Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penangkapan Karbon Harus Capai Empat Kali Lipat pada 2050 untuk Penuhi Target Iklim

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 00:05 WIB | Oleh:

"Fokus pada teknologi penghilangan karbon ini merupakan gangguan berbahaya dari apa yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis iklim: penghentian penggunaan semua bahan bakar fosil secara penuh, cepat, adil, dan didanai," kata pakar CIEL, Lili Fuhr.

Penghapusan CO2 yang sudah ada di atmosfer dapat dilakukan melalui tindakan berbasis alam, seperti penanaman hutan, dan juga teknologi baru yang menyimpan karbon di bawah tanah atau dalam material yang digunakan kembali, namun hal tersebut hanya mewakili kurang dari 0,1 persen dari apa yang saat ini dihilangkan.

Metode penghilangan teknologi meliputi penangkapan udara langsung dengan penyimpanan karbon ataudirect air capture with carbon storage (DACCS), penangkapan biomassa setelah pembakaran, konversi biomassa menjadi bio-arang, atau menaburkan pecahan batuan penyerap karbon di darat atau di laut.

CIEL mengatakan beberapa teknik ini, seperti DACCS, "menimbulkan risiko besar bagi ekosistem dan komunitas".

Menyadari adanya risiko, penulis laporan mencatat bahwa beberapa "metode memiliki risiko lingkungan dan ekosistem yang tinggi, sementara metode lainnya berpotensi menghasilkan manfaat tambahan".

Mereka mengakui penghilangan karbon dioksida secara konvensional, jika dilaksanakan dengan buruk, dapat menimbulkan risiko terhadap keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan.

Meskipun menyerukan pengembangan pesat teknologi penangkapan karbon, laporan tersebut mengatakan bahwa hal tersebut tidak boleh mengalihkan perhatian dari upaya pengurangan emisi."Kegagalan dalam mengurangi emisi bahan bakar fosil dan penggundulan hutan akan membuat target suhu Paris tidak tercapai, bahkan jika kita memiliki tindakan tegas dalam menghilangkan karbon," kata salah satu penulis laporan, William Lamb, pada presentasinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

48 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.