Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Hulu Energi Hadapi Era Transisi Melalui Strategi Dekarbonisasi

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 08:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertamina Hulu Energi Hadapi Era Transisi Melalui Strategi Dekarbonisasi Doc: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
Ket. Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita (kiri), Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Nyimas Fauziah Rikani (kanan) saat menekan tombol pembukaan media gathering di Bandung, Senin (3/6/2024).

BANDUNG - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menghadapi era energi transisi melalui strategi dekarbonisasi secara berkelanjutan sebagai upaya menjawab peluang dengan menjalankan green operation.Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita di Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/6), menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh industri hulu migas saat ini adalah ketahanan energi nasional, sebab diprediksi permintaan akan kebutuhan energi fosil terus meningkat hingga 2050 walaupun terdapat perubahan komposisi bauran energi.

Dia mengakui, peningkatan persentase penggunaan gas sebagai energi fosil yang bersih, menunjukkan bahwa gas sebagai energi transisi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.

"Kami menyadari bahwa saat ini industri hulu migas harus bisa menjawab peluang dengan menjalankangreen operation sebagai bagian dari green strategy perusahaan. PHE mempunyai strategi energi transisi berupa gas transition,decarbonization, serta potential new businesscarbon capture storage (CCS) dan carbon capture utilization & storage (CCUS)," terang Arya.

Menjawab kebutuhan energi transisi, PHE menjalankan berbagai project untuk mengembangkan gas, salah satunya adalah Jambaran- Tiung Biru (JTB) yang berada di wilayah kerja Zona 12 Regional Indonesia Timur.

"Saat ini JTB berhasil mencatat capaian produksi full capacity 192 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) dengan stabil untuk jangka waktu yang panjang," ujar dia.

Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Nyimas Fauziah Rikani menjelaskan mengenai perkembangan industri migas saat ini. Industri hulu migas mempunyai peran yang penting sebagai sumber penerimaan negara.

"Kami mempunyai strategi utama untuk mencapai target produksi nasional 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2033," terang Nyimas Rikani.

Sejalan dengan hal tersebut, Arya juga menjelaskan pencapaian PHE sepanjang2023. PHE berhasil mencatatkan produksi minyak sebesar 566 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2.766 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) sehingga produksi migas sebesar 1.044 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Angka capaian ini, kata dia, juga mencatatkan peningkatan produksi gas sebesar 5,4 persen dari 2022. Seluruh pencapaian tersebut didukung seluruh entitas afiliasi PHE yaitu regional Sumatera, regional Jawa, regional Kalimantan, regional Indonesia Timur, regional Internasional, Elnusa, Badak LNG, dan PertaminaDrilling Service Indonesia.

"PHE juga mencatatkan kinerja penyelesaian pengeboran 20 sumur eksplorasi, 799 sumur pengembangan, 837 workover dan 32.624 well services. Selain itu, PHE juga mencatatkan survei Seismik 3D sepanjang 1.512 km2," beber dia.

Di bidang Environment, Social, Governance (ESG), PHE sukses mendapatkan rating sebesar 22.5 per April 2024 atau medium risk setelah melalui proses assesment dari lembaga rating internasional, Sustainalytics. PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG dan telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai member sejak Juni 2022.

"Pada tahun 2023, PHE juga mengimplementasikan teknologi CCUS di lapangan Pertamina EP Sukowati Field, Bojonegoro, Jawa Timur, yang ditandai dengan peresmian injeksi perdana CO2 ke lapangan Sukowati dengan menggunakan metode Huff & Puff," jelas dia.

PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek ESG. Mendukung aspek Governance, PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan.

"Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandard ISO 37001:2016," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.