Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkumham sebut pelaku TPPO incar lulusan SMA yang cari gaji tinggi

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 16:15 WIB | Oleh:
Kemenkumham sebut pelaku TPPO incar lulusan SMA yang cari gaji tinggi Doc: ANTARA/HO Imigrasi
Ket. Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta R. Andika Dwi Prasetya saat sosialisasu Desa Binaan Imigrasi di Jakarta Utara pada Selasa.

Jakarta -- Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta mengungkapkan pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mengincar lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ingin bekerja ke luar negeri dengan gaji tinggi.

"Para pencari kerja yang baru lulus SMA dan SMK serta masih mencari pekerjaan pada umumnya mudah tergiur dengan tawaran kerja di luar negeri dengan gaji tinggi," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta R. Andika Dwi Prasetya di Jakarta, Selasa.

Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan saat ini adalah melakukan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar calon lulusan memiliki pemahaman terkait tata cara legal bekerja ke luar negeri.

"Selama ini yang paling sering menjadi korban perempuan dan anak-anak," imbuhnya.

Menurut Andika, para lulusan sekolah menengah perlu memahami prosedur legal dari peluang kerja di luar negeri.

"Hal ini dapat menghindari tidak menjadi korban atas tindak pidana TPPO maupun TPPN," ujarnya.

Andikamengatakan Kementerian Hukum dan HAM RI melalui Ditjen Keimigrasian telah mencanangkan program Desa Binaan Imigrasi untuk melakukan pencegahan tidak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Kemenkumham melalui Ditjen Imigrasi memiliki program yang terbaru yaitu membentuk desa-desa binaan imigrasi, di mana di setiap lingkungan kerja kantor-kantor imigrasi itu wajib dibentuk desa binaan," katanya.

Sebelumnya, Kantor wilayah Kemenkumham DKI Jakarta atas bimbingan dari Divisi Keimigrasian Kemenkumham RI melakukan kegiatan di lingkungan kantor imigrasi kelas 1 TPI Jakarta Utara, sosialisasi terhadap kegiatan tersebut.

Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat di lingkungan atau wilayah kerja TPI Jakarta Utara memiliki pemahaman yang sama terhadap bagaimana menyikapi adanya situasi yang memungkinkan masyarakat menjadi korban terhadap upaya-upaya oknum, maupun kelompok, maupun kelompok usaha yang beritikad melakukan kejahatan TPPO dan Tindak PidanaPerbudakan Perempuan (TPPN).

Andika berharap masyarakat dapat lebih paham bagaimana prosedur menjadi pekerja migran sesuai ketentuan Undang-undang (UU) dan menghindari upaya-upaya ilegal yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

"Kantor Imigrasi Jakarta Utara membuat satu langkah yang strategis, turut diundang para kelapa sekolah, tokoh masyarakat dan tokoh agama, artinya Kakanim ini melihat dan memahami betul kebutuhan masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.