Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Libatkan Masyarakat Dalam Pelestarian Terumbu Karang

📅 Minggu, 26 Mei 2024, 17:47 WIB | Oleh:
KKP Libatkan Masyarakat Dalam Pelestarian Terumbu Karang Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Pemeliharaan terumbu karang. 

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melibatkan Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) dalam menjaga terumbu karang di kawasan konservasi. Berbagai kemampuan dasar pun diberikan termasuk metode pemantauan terumbu karang, pengenalan dan cara perawatan alat selam serta menambah keahlian dalam penyelaman.

"Masyarakat di dalam kawasan konservasi memiliki keterikatan dalam pemanfaatan kawasan konservasi baik penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, pariwisata hingga penelitian dan pendidikan. Karenanya, kerjasama dengan kelompok masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi dan jenis ikan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan," ujar Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Firdaus Agung dalam keterangannya, kemarin di Jakarta.

Menurut Firdaus, sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Nomor 71 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Konservasi 2024, KKP menargetkan penyerahan 20 paket bantuan pemerintah bidang konservasi kepada Kelompok KOMPAK beserta pendampingan pemanfaatan bantuan yang telah disalurkan untuk mendukung upaya kelompok dalam kegiatan konservasi.

Berkaitan dengan peran serta masyarakat, Derta Prabuning perwakilan Yayasan Reef Check Indonesia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas akan mendorong masyarakat lebih memahami ekosistem terumbu karang sehingga mampu berkontribusi dalam memberikan informasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT), pengelolaan kawasan, maupun informasi kepada Kementerian mengenai pemutihan karang.

"Kegiatan ini mendukung kita dalam merespon kejadian perubahan iklim dan pemanasan global sehingga sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan efektivitas dalam mengelola kawasan konservasi," ujarnya saat berbicara pada Bimbingan Teknis Pemanfaatan Bantuan Pemerintah Bidang Konservasi yang dilaksanakan pada tanggal 13-17 Mei 2024 di Mandeh, Kab. Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Senada dengan Derta, instruktur selam yang juga Representative Professional Scuba School John Edward Sijabat mengungkapkan sebagai orang Indonesia yang memiliki lautan yang luas dan pemandangan bawah air terbaik di dunia, menjadi penyelam adalah cara menikmati dan menjaga terumbu karang yang telah menyumbangkan kehidupan kepada manusia.

Sementara itu, Pavona Dive penerima bantuan KOMPAK dari Kabupaten Anambas Adip Setiawan mengaku senang mendapatkan pengetahuan tentang pemantauan terumbu karang yang berguna bagi kelompok dan wilayahnya.

"Selama kegiatan ini, saya mendapatkan kesempatan belajar tentang pemantauan cepat terumbu karang. Ini sangat membantu dan dapat saya aplikasikan di ekosistem terumbu karang Pulau Siantan, Kabupaten Anambas," pungkasnya.

Sejalan dengan kebijakan KKP yang ditegaskan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di berbagai forum global, konservasi di wilayah laut menjadi salah satu strategi andalan Indonesia dalam memulihkan kelautan dan ekosistem perairan. Melalui strategi ini diharapkan kesehatan dan produktivitas laut dapat terjaga untuk implementasi ekonomi biru di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.