Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menag: Layanan Ibadah Haji Harus Detail

📅 Selasa, 14 Mei 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Menag: Layanan Ibadah Haji Harus Detail Doc: Istimewa
Ket. Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, saat Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2022 M, di Jakarta, Senin (13/5).

JAKARTA - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, menekankan agar pelayanan Ibadah Haji 1445 H/2024 M diperhatikan dan disiapkan secara detail. Hal ini dilakukan guna menghindari hambatan yang terjadi dalam melayani jemaah haji Indonesia.

"Kalau mau cari potensi hambatan carinya di detail. Semakin detail, semakin kita tahu mana yang menjadi hambatan, tantangan dan rintangan yang akan dihadapi," ujar Menag, saat Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2022 M, di Jakarta, Senin (13/4).

Dia menyebut, memeriksa dan memastikan hal detail terkait layanan Ibadah Haji memang tidak mudah dan butuh usaha lebih. Dia meminta semua petugas agar tak pernah menyepelekan hal-hal kecil.

"Jangan pernah menggampangkan persoalan. Saya tidak mau ada layanan kecil mengganggu jemaah, terutama bagi jemaah lansia," jelasnya.

Menag menekankan langkah-langkah kedaruratan yang telah disusun agar dipastikan kembali. Menurutnya, langkah darurat itu penting sehingga harus diperhatikan kembali secara detail.

"Kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita. Langkah darurat itu penting. Antisipasi kedaruratan ini semoga tidak dijalankan (karena tidak terjadi peristiwa darurat,-red). Namun persiapan harus tetap dilakukan agar kita siap. Jangan improvisasi di lapangan. Kita harus siap," katanya.

Jemaah Lansia

Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie, menyampaikan, tahun ini Kemenag kembali mengusung tagline Haji Ramah Lansia. Data Kemenag mencatat, tahun ini ada sekitar 45.678 jemaah dengan usia 65 tahun ke atas (21,41 persen).

Dia menambahkan, sejumlah ikhtiar dilakukan, termasuk menempatkan mereka pada kursi prioritas (bisnis) saat dalam penerbangan, baik menuju ke Tanah Suci atau nanti ketika balik ke Tanah Air. Upaya lainnya adalah membuka kuota pendamping jemaah lansia.

"Kita alokasikan secara khusus kuota pendamping jemaah lansia. Ini bagian upaya Kemenag wujudkan Haji Ramah Lansia," ucapnya.

Anna mengungkapkan, berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji 2023, ada sejumlah kebutuhan layanan lansia yang tidak bisa secara optimal bisa diakses petugas. Untuk itu, keberadaan pendamping yang umumnya adalah keluarga menjadi penting. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.