Museum Benteng Vredeburg, Bergerak Mengikuti Zaman
📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoSetelah pembukaan, Museum Benteng Vredeburg diharapkan bisa segera dibuka untuk umum agar pengunjung bisa menikmati hasilnya dan juga melihat beragam koleksi yang dimiliki. Bukan sekedar revitalisasi, benteng ini akan menampilkan teknologi baru untuk memberi edukasi dan menghibur pengunjungnya.
Ketua Tim Komunikasi dan Kemitraan Museum dan Cagar Budaya, Valentina Beatrix menuturkan IHA sebagai badan layanan umum museum dan cagar budaya dibawah naungan Kemendikbudristek menganggap Museum Benteng Vredeburg merupakan museum unggulan.
"Kami saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia. Salah satu unggulan dari 18 museum tersebut adalah Museum Vredeburg. Potensinya sangat luar biasa dan dikenal sampai luar negeri," kata dia.
Konsep Reimajinasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu Plt Kepala Indonesian Heritage Agency (IHA), Ahmad Mahendra, melalui siaran pers pada 27 April lalu menjelaskan bahwa revitalisasi Museum Benteng Vredeburg sebagai bagian dari komitmen IHA untuk mengoptimalkan standar pelayanan dan pengelolaan museum yang profesional. Sejumlah proyek revitalisasi dimaksudkan untuk memperbaiki fasilitas serta meningkatkan pengalaman pengunjung.
"Dengan mengedepankan konsep reimajinasi museum, IHA berkomitmen untuk mengubah persepsi dan fungsi tradisional museum, menjadikannya ruang komunal yang dinamis guna mendorong interaksi antara pengunjung dengan museum itu sendiri," ujar dia.
Dalam revitalisasi, IHA mengadopsi pendekatan revolusioner, menekankan konsep reimajinasi untuk mengubah persepsi dan fungsi tradisional museum dan situs cagar budaya. Strateginya mencakup pemrograman ulang reprogramming, perancangan ulang (redesigning) dan penyegaran kembali (reinvigorating)
Sebaiknya Anda baca juga:
"Inisiatif ini tidak hanya memprioritaskan peran museum dalam masyarakat tapi juga meningkatkan interaksi pengunjung dengan warisan budaya, melalui penelitian, program pendidikan, dan pengalaman yang lebih interaktif dan menarik," papar Ahmad.
Proyek revitalisasi Museum Benteng Vredeburg yang dilakukan antara lain adalah perbaikan kerusakan serta pemeliharaan bangunan yang mencakup perbaikan jalur dalam, termasuk sarana dan prasarana publik seperti toilet, musala dan pembenahan lingkungan dalam. Pembenahan signage juga dilakukan untuk memudahkan pengunjung menemukan kebutuhannya.
"Kemudian Pembenahan Ruang Diorama 1, 2, 3, dan 4 juga dilakukan. Pembenahan lanskap dan area lingkungan Museum Benteng Vredeburg antara lain area lahan parkir, jalur plaza pintu masuk sisi barat, area ticketing, area edupark, area pagar jagang, pembuatan Taman Patriot serta pembenahan area bastion," tutur Ahmad.
Ahmad mengatakan, proses revitalisasi Museum Benteng Vredeburg dilakukan secara transparan, melibatkan berbagai pihak terkait dan memperhatikan kebutuhan serta aspirasi masyarakat. Diharapkan tempat ini bukan hanya sekedar sebagai tempat menyimpan 7.000 benda peninggalan bersejarah bangsa Indonesia, tetapi juga sebuah institusi yang berperan dalam pelestarian sejarah dan identitas nasional. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!