Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pegiat Kesehatan Global Kerja Sama Pendanaan Atasi Dampak Perubahan Iklim

📅 Selasa, 07 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Pegiat Kesehatan Global Kerja Sama Pendanaan Atasi Dampak Perubahan Iklim Doc: ISTIMEWA
Ket. Perubahan Iklim

LONDON - Sebanyak tiga penyandang dana kesehatan global terbesar baru-baru ini dilaporkan untuk pertama kalinya bergabung dalam kemitraan senilai 300 juta dollar AS yang bertujuan mengatasi dampak terkait perubahan iklim, malnutrisi, dan penyakit menular serta resistensi antimikroba.

Yayasan Novo Nordisk, Wellcome, dan Yayasan Bill & Melinda Gates, pada hari Senin (6/5), di Denmark, mengumumkan kemitraan penelitian, yang berfokus khususnya pada pencarian solusi yang terjangkau bagi masyarakat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dikutip dari The Straits Times, masing-masing lembaga akan menyumbangkan 100 juta dollar AS ke dalam inisiatif tiga tahun tersebut.

"Tujuan utamanya adalah untuk mendobrak hambatan antara bidang penelitian yang sering kali terisolasi," kata CEO Novo Nordisk Foundation, Mads Krogsgaard Thomsen.

Thomsen mencontohkan, dalam pandemi Covid-19, menunjukkan obesitas dapat menjadi faktor risiko keparahan beberapa penyakit menular, sementara kejadian cuaca ekstrem yang terkait dengan perubahan iklim dapat menyebabkan kerawanan pangan, sehingga membuat anak-anak yang kekurangan gizi menjadi lebih rentan terhadap penyakit mematikan seperti campak dan kolera.

Kemajuan Ilmu Gizi

Para mitra mengatakan kemajuan dalam ilmu gizi dan pemahaman mikrobioma usus membuka pintu untuk memahami lebih banyak tentang dampak kelebihan dan kekurangan gizi terhadap semua aspek kesehatan dan pembangunan.

Novo Nordisk Foundation memiliki saham pengendali di produsen obat Novo Nordisk (NOVOb.CO), yang obat penurun berat badannya yang terkenal, Wegovy, telah menghasilkan miliaran dollar AS untuk yayasan tersebut sejak diluncurkan pada tahun 2021.

Para mitra mengatakan inisiatif ini penting mengingat melemahnya perhatian global terhadap kesehatan pascapandemi. Kepala eksekutif Wellcome, John-Arne Røttingen, mengatakan hal ini bertujuan mengatasi "kegagalan pasar" dan menandakan komitmen global terhadap akses yang adil terhadap kemajuan medis.

Pendanaan ini juga akan mencakup dukungan bagi para peneliti yang berbasis di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan para mitra mengatakan mereka sedang mencari mitra swasta, filantropis, dan publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.