Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PM Inggris Keir Starmer Didesak Mengundurkan Diri

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 05:04 WIB | Oleh:
PM Inggris Keir Starmer Didesak Mengundurkan Diri Doc: Istimewa
Ket. Para menteri kabinet senior dan lebih dari 70 anggota parlemen menyerukan pengunduran diri Starmer

LONDON - Cengkeraman kekuasaan Perdana Menteri Keir Starmer tampaknya mulai melemah pada hari Senin (11/5) ketika para menteri kabinet mendesaknya untuk menetapkan jadwal pengunduran dirinya dan lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh secara terbuka menyerukan agar ia mundur.

Menurut informasi yang diperoleh The Guardian, dua menteri kabinet senior – Yvette Cooper, mantan menteri, dan Shabana Mahmood, Menteri Dalam Negeri – mengatakan kepada perdana menteri bahwa ia harus mengawasi transisi kekuasaan yang tertib setelah kekalahan telak dalam pemilihan umum berisiko mengakhiri masa jabatannya sebagai perdana menteri.

Setidaknya dua orang lainnya – yang diyakini sebagai John Healey dan David Lammy – berdiskusi dengan Starmer tentang bagaimana mereka harus mengambil pendekatan yang “bertanggung jawab, bermartabat, dan tertib” terhadap apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Beberapa orang lainnya – termasuk Richard Hermer dan Steve Reed – bersikap menantang, mendesaknya untuk terus berjuang.

Seorang menteri kabinet mengatakan “Pada akhirnya Keir telah mendengarkan para menteri kabinet – ada perbedaan pendapat tentang ke mana arahnya dan apa yang terbaik untuk partai dan negara. Dia harus membuat keputusan tentang apa yang akan dia lakukan sebelum rapat kabinet besok”.

Beberapa sumber mengatakan betapa marahnya beberapa menteri kabinet terhadap Andy Burnham dan Wes Streeting , yang mereka yakini telah memicu krisis kepemimpinan dengan memberi sanksi kepada sekutu untuk menyerukan pengunduran diri Starmer. "Mereka terlibat dalam hal ini," kata salah satu sumber.

Keir Starmer diminta mundur terutama karena kombinasi krisis politik di internal Partai Buruh (Labour), hasil pemilu lokal yang buruk, dan sejumlah kontroversi yang merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahannya.

Beberapa penyebab utamanya:

Kekalahan besar dalam pemilu lokal 2026

Partai Labour kehilangan banyak kursi dewan lokal di Inggris, Wales, dan Skotlandia. Banyak wilayah yang sebelumnya basis kuat Labour justru direbut oleh partai lain seperti Reform UK dan Partai Hijau. Kekalahan ini dianggap tanda bahwa popularitas Starmer anjlok. 

Pemberontakan internal di Partai Labour

Lebih dari 60–70 anggota parlemen Labour dilaporkan meminta Starmer mengundurkan diri atau menetapkan jadwal pengunduran dirinya. Bahkan beberapa staf pemerintahan dan menteri junior ikut mundur untuk memberi tekanan politik.

Skandal Peter Mandelson

Pemerintahan Starmer diterpa kontroversi setelah penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk AS. Mandelson kemudian terseret polemik terkait hubungan lamanya dengan Jeffrey Epstein. Starmer dituduh mengetahui masalah vetting keamanan tetapi tetap meloloskan penunjukan itu. Lawan politik menuduh ia menyesatkan parlemen. 

Turunnya kepercayaan publik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.