Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Luncurkan Wahana untuk Ambil Sampel dari Sisi Jauh Bulan

📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 02:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Luncurkan Wahana untuk Ambil Sampel dari Sisi Jauh Bulan Doc: AFP
Ket. Misi ke Bulan | Kerumunan massa menyaksikan peluncuran roket Long March 5 yang membawa wahana penjelajah Bulan, Chang’e-6, dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada Jumat (3/5). Misi Chang’e-6 yaitu mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan.

WENCHANG - Tiongkok pada Jumat (3/5) meluncurkan wahana yang akan mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan. Wahana ini merupakan yang pertama di dunia dan diluncurkan ketika Beijing terus melanjutkan program ambisius yang bertujuan untuk mengirim misi berawak ke Bulan pada tahun 2030.

"Sebuah roket yang membawa wahana penjelajah Bulan Chang'e-6 diluncurkan dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, sebelum pukul 17.30 (09.30 GMT)," kata wartawan AFP di dekat lokasi tersebut.

Ini adalah lompatan terbaru dalam program luar angkasa ambisius Tiongkok, yang menurut Amerika Serikat (AS) akan digunakan untuk menutupi tujuan militer dan upaya untuk membangun dominasi makhluk luar angkasa.

Chang'e-6 bertujuan untuk mengumpulkan sekitar dua kilogram (4 pon) sampel bulan dari sisi jauh Bulan dan membawanya kembali ke Bumi untuk dianalisis. Kantor berita Xinhua memuji misi ini sebagai bagian dari usaha pertama dalam sejarah eksplorasi manusia ke Bulan.

Ini adalah misi 53 hari yang secara teknis rumit dan juga akan mencoba peluncuran yang belum pernah terjadi sebelumnya dari sisi Bulan yang selalu menghadap jauh dari Bumi.

"Chang'e-6 akan mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan untuk pertama kalinya," kata Ge Ping, wakil direktur Pusat Eksplorasi Bulan dan Teknik Luar Angkasa Tiongkok, kepada wartawan.

Wahana ini akan mendarat di Cekungan Kutub Selatan-Aitken yang luas, salah satu kawah tumbukan terbesar yang diketahui di tata surya. Sesampainya di sana, wahana ini akan mengambil tanah dan bebatuan di Bulan dan melakukan eksperimen lain di zona pendaratan. Wahana ini kemudian harus lepas landas dari permukaan Bulan dan menelusuri kembali langkahnya kembali ke Bumi.

Perlombaan

Rencana untuk mewujudkan impian luar angkasa Tiongkok telah dijalankan secara berlebihan di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Beijing sejauh ini telah mengerahkan sumber daya yang sangat besar ke dalam program luar angkasanya selama satu dekade terakhir, menargetkan serangkaian upaya ambisius dalam upaya menutup kesenjangan dengan dua kekuatan luar angkasa tradisional yaitu AS dan Russia.

Negara ini telah mencatat beberapa prestasi penting termasuk membangun stasiun luar angkasa yang disebut Tiangong, yang mana negara tersebut mengirimkan tiga astronot baru pada bulan lalu. Beijing juga telah mendaratkan robot penjelajah di Mars dan Bulan, dan menjadikan Tiongkok sebagai negara ketiga yang secara mandiri menempatkan manusia di orbit.

Tiongkok berencana mengirim misi berawak ke Bulan pada tahun 2030, dan berencana membangun pangkalan di permukaan bulan. AS juga berencana mengirim astronot kembali ke Bulan pada tahun 2026 dengan misi Artemis 3.

Kemajuan pesat program luar angkasa Tiongkok telah menimbulkan kekhawatiran di Washington DC, dengan kepala NASA bulan lalu memperingatkan bahwa AS kini sedang berlomba melawan Beijing.

"Kami percaya bahwa sebagian besar program luar angkasa sipil mereka adalah program militer," kata administrator NASA Bill Nelson kepada anggota parlemen di Capitol Hill.

Chang'e-6 adalah yang pertama dari tiga misi tanpa awak ke Bulan yang direncanakan oleh Tiongkok pada dekade ini. Penggantinya, Chang'e-7, akan menjelajahi kutub selatan Bulan untuk mencari air, sementara Chang'e-8 akan berupaya menetapkan kelayakan teknis untuk membangun pangkalan yang direncanakan, yang dikenal sebagai Stasiun Penelitian Bulan Internasional yang menurut Beijing model dasarnya akan rampung pada 2030.AFP/And

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

1.5 jam yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.