Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Pantau Perkembangan Harga Cabai di Papua Guna Jaga Inflasi

📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Pantau Perkembangan Harga Cabai di Papua Guna Jaga Inflasi Doc: ANTARA/Qadri Pratiwi
Ket. Salah satu warga Kota Jayapura saat membeli cabai pada pasar murah Pemprov Papua.

Jayapura - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memantau perkembangan harga cabai agar tidak terlalu tinggi guna menjaga inflasi tetap stabil di Bumi Cenderawasih.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Suzana Wanggai di Jayapura, Jumat, mengatakan cabai merupakan bahan masakan yang sering digunakan dalam memasak sehingga pergerakan harga komoditas tersebut perlu dilakukan pemantauan aga tidak memberikan tekanan pada inflasi.

"Kami rutin memonitor perkembangan harga komoditas cabai di pasar hal ini sebagai upaya dalam menjaga inflasi tetap stabil," katanya.

Menurut Suzana, untuk itu pihaknya juga terus melakukan pertemuan lintas sektor dengan begitu kenaikan harga cabai menjadi permasalahan bersama.

"Pertemuan lintas sektor rutin kami lakukan secara berkala baik dari perbankan, distributor maupun instansi teknis terkait lainnya sebab pengendalian inflasi ini membutuhkan kerja kolaborasi dari semua pihak,"ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Adriana Helena Carolina mengatakan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi secaramonth to month(m-to-m) pada April 2024, antara lain yakni cabai rawit, bawang merah, angkutan udara, ikan tuna, ikan kembung, tomat, cabai merah.

"Berdasarkan data kami tingkat inflasi m-to-m untuk Provinsi Papua pada April 2024 masing-masing sebesar 1,20 persen," katanya.

Menurut Adriana, perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. "Berdasarkan hasil pemantauan kota Indeks Harga Konsumen di Provinsi Papua pada April 2024 terjadi inflasi secara y-on-y sebesar 1,78 persen atau terjadi kenaikan IHK yakni 104,12 pada April 2024 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 102,30," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.