Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asean Sangat Prihatin dengan Meningkatnya Kekerasan

📅 Sabtu, 20 Apr 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Sangat Prihatin dengan Meningkatnya Kekerasan Doc: AFP
Ket. Asean Prihatin | Tentara Myanmar berpatroli di Yangon pada 1 Februari lalu. Pada Kamis (18/4) malam, Asean menyatakan sangat prihatin atas meningkatnya pertempuran baru-baru ini di Myanmar. 

BANGKOK - Blok regional Asean mengatakan pihaknya sangat prihatin atas meningkatnya pertempuran baru-baru ini di Myanmar, setelah bentrokan sengit terkait pusat perdagangan utama di perbatasan Thailand.

Para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara mendesak semua pihak untuk segera menghentikan kekerasan di Myanmar, yang dilanda konflik sejak militer merebut kekuasaan melalui kudeta pada Februari 2021.

Pernyataan para menteri yang dikeluarkan Kamis (18/4) malam mengatakan 10 anggota Asean sangat prihatin atas meningkatnya konflik baru-baru ini, termasuk di wilayah Myawaddy.

Pekan lalu, militer terpaksa menarik pasukannya dari pos perdagangan yang strategis tersebut setelah berhari-hari bertempur dengan Persatuan Nasional Karen (KNU), sebuah kelompok bersenjata etnis minoritas dan pejuang antijunta lainnya.

Ini adalah pukulan terbaru yang dialami junta, yang telah menderita serangkaian kekalahan di medan perang dalam beberapa bulan terakhir, dan beberapa analis memperingatkan bahwa ini adalah ancaman paling signifikan hingga saat ini.

Myawaddy berperan penting bagi junta yang kekurangan uang, dengan nilai perdagangan lebih dari 1,1 miliar dollar AS yang masuk kantong junta dalam 12 bulan hingga April ini.

Bentrokan tersebut mendorong orang-orang untuk melarikan diri melintasi perbatasan menuju Thailand, tempat di mana suara tembakan dan ledakan serangan artileri terdengar.

Sejak itu, tidak ada bentrokan besar di kota tersebut meskipun pertempuran terus terjadi di sekitar Kota Kawkareik, sekitar 30 kilometer barat daya Myawaddy.

Junta sangat ingin menghindari kehilangan kota besar lainnya, kata para analis, menyusul penyerahan diri yang memalukan sekitar 2.000 tentara di Kota Laukkai di perbatasan utara Tiongkok pada Januari lalu.

Beberapa wilayah di negara yang sebelumnya damai, kini terlibat dalam bentrokan tersebut, namun para analis mengatakan jika hal sebaliknya tidak berarti junta berada dalam bahaya serius.

"Dalam skema yang lebih besar, rezim jelas kehilangan kendali atas banyak wilayah di pinggiran," kata analis independen Myanmar, David Mathieson, kepada AFP tentang bentrokan Myawaddy. "Perjalanan masih panjang untuk menjatuhkan junta," imbuh dia.

Pendekatan Berbeda

Sebelumnya Asean telah memimpin upaya diplomatik untuk meredakan krisis ini, namun tidak memberikan hasil yang berarti, dengan lebih dari 4.400 orang terbunuh dan hampir 20.000 orang ditahan dalam tindakan keras militer menurut kelompok pemantau lokal.

Hanya sedikit kemajuan yang dicapai sejak tahun 2021 ketika blok regional tersebut menyetujui lima poin rencana perdamaian yang turut ditandatangani oleh Myanmar tetapi gagal diimplementasikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pole Position Balapan F1 Monako Milik Kimi Antonelli

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...

Ponpes Al Falah Kediri Siap Jadi Tuan Rumah Munas PBNU

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ponpes Al Falah Kediri Siap...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Selatan Gr...
Daerah
Pemkot Banjarmasin Tangani ...
Ekonomi
IHSG Melemah, Pakar Minta O...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.