Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Serangga yang Menginspirasi Perangkat Tembus Pandang Generasi Berikut

📅 Rabu, 17 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Untuk mengujinya, pertama-tama tim harus membuat brokosom sintetis, yang merupakan tantangan tersendiri. Dalam studinya pada 2017, para peneliti meniru beberapa fitur brokosom dengan menggunakan bahan sintetis. Hal ini memungkinkan mereka untuk mulai memahami sifat optik. Namun, mereka hanya mampu membuat sesuatu yang tampak seperti brokosom, bukan replika persisnya.

"Ini adalah pertama kalinya kami dapat membuat geometri yang tepat dari brokosom alami," kata Wong seraya menjelaskan bahwa para peneliti mampu membuat replika sintetik berskala dari struktur brokosom dengan menggunakan teknologi pencetakan 3D yang canggih.

Mereka mencetak versi yang diperbesar dengan ukuran 20.000 nanometer atau kira-kira seperlima diameter rambut manusia. Para peneliti secara tepat mereplikasi bentuk dan morfologi, serta jumlah dan penempatan pori-pori menggunakan pencetakan 3D, untuk menghasilkan brokosom palsu yang masih berukuran kecil dan cukup besar untuk dikarakterisasi secara optik.

Mereka menggunakan spektrometer Micro-Fourier transform inframerah (FTIR) untuk memeriksa bagaimana brokosom berinteraksi dengan cahaya inframerah dengan panjang gelombang berbeda, membantu para peneliti memahami bagaimana struktur memanipulasi cahaya. Selanjutnya, para peneliti mengatakan mereka berencana untuk meningkatkan fabrikasi brokosom sintetis untuk memungkinkan produksi pada skala yang mendekati ukuran brokosom alami. Mereka juga akan mengeksplorasi aplikasi tambahan untuk brokosom sintetik, seperti enkripsi informasi, di mana struktur mirip brokosom dapat digunakan sebagai bagian dari sistem enkripsi di mana data hanya terlihat pada panjang gelombang cahaya tertentu.

Wang mencatat bahwa karya brokosom mereka menunjukkan nilai pendekatan penelitian biomimetik, di mana para ilmuwan mencari inspirasi dari alam.

"Alam telah menjadi guru yang baik bagi para ilmuwan untuk mengembangkan materi baru yang canggih," kata Wang. "Dalam penelitian ini, kami hanya berfokus pada satu spesies serangga, namun masih banyak lagi serangga menakjubkan di luar sana yang menunggu untuk dipelajari oleh para ilmuwan material, dan mereka mungkin dapat membantu kami memecahkan berbagai masalah teknik. Mereka bukan sekadar serangga," imbuh dia. sciencedaily/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Dua Lansia Terluka dalam Kebakaran Rumah di Setiabudi

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Dua Lansia Terluka dalam Ke...
Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.