Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino Bisa Ancam Pangan dan Picu Inflasi di Asia Tenggara

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 19:25 WIB | Oleh:
El Nino Bisa Ancam Pangan dan Picu Inflasi di Asia Tenggara Doc: Magnific

JAKARTA — Asia Tenggara menghadapi ancaman El Nino yang dapat memperparah kondisi ekonomi dan ketahanan pangan di kawasan. Cuaca panas dan kering mengganggu produksi beras dan minyak kelapa sawit, dilansir dari Deutsche Welle, Selasa (16/6).

Sementara itu, beban masyarakat meningkat akibat naiknya harga pangan, bahan bakar, dan transportasi. Badan Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan El Nino akan muncul sebelum Agustus dan bertahan hingga November.

Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berada di atas normal. Perubahan pola angin juga diperkirakan akan memperparah peningkatan suhu di wilayah Pasifik tengah dan timur.

Musim hujan monsun yang biasanya membantu sektor pertanian diperkirakan akan mengalami gangguan. Keterlambatan hujan dapat memaksa petani menunda atau mengurangi masa tanam, bahkan beralih ke tanaman yang lebih hemat air.

Pertanian Asia Tenggara disebut sangat rentan terhadap perubahan iklim ekstrem, terutama pada komoditas seperti beras dan minyak kelapa sawit. Gangguan produksi beras berpotensi memicu tekanan sosial dan politik, dengan negara paling rentan meliputi Thailand, Indonesia, Filipina, dan Kamboja.

Produksi beras regional diperkirakan dapat turun 2 persen hingga 8 persen. Minyak kelapa sawit juga terdampak akibat suhu tinggi, dengan efek yang baru terasa dalam 6 hingga 12 bulan ke depan.

Di sisi lain, perang di Iran turut mendorong kenaikan harga pupuk dan energi yang memperburuk tekanan inflasi pangan di kawasan. Kondisi ini membuat bank sentral harus mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga meningkatkan biaya pinjaman bagi sektor usaha dan pemerintah.

Sejumlah negara Asia Tenggara mulai beralih ke batu bara untuk mengatasi krisis energi. Sementara itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan menjadi 4,7 persen.

Inflasi tetap tinggi di beberapa negara seperti Filipina dan Vietnam. Sementara itu, Indonesia mengalami kenaikan harga bahan bakar non-subsidi yang menambah tekanan biaya hidup.

Dampak cuaca ekstrem juga mengancam sektor pariwisata, yang merupakan salah satu penopang ekonomi penting di kawasan. El Nino juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan gambut serta kabut asap lintas batas yang meningkatkan risiko kesehatan masyarakat.

Kondisi ini dapat memperburuk ketegangan sosial dan politik di berbagai negara. Hal tersebut terutama terjadi di tengah meningkatnya protes dan ketidakpuasan publik.

Kombinasi antara guncangan iklim dan tekanan ekonomi global dinilai akan saling memperkuat dampaknya. Secara keseluruhan, El Nino berpotensi menjadi ujian besar bagi stabilitas ekonomi dan politik Asia Tenggara. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.