Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Subsidi Industri Tiongkok Timbulkan Risiko Ketahanan Ekonomi Global

📅 Sabtu, 06 Apr 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Subsidi Industri Tiongkok Timbulkan Risiko Ketahanan Ekonomi Global Doc: PEDRO PARDO/AFP
Ket. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen

GUANGZHOU - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS), Janet Yellen, pada Jumat (5/4), memperingatkan selama kunjungannya ke Tiongkok bahwa subsidi Beijing untuk industri dapat menimbulkan risiko terhadap ketahanan ekonomi global.

Dikutip dari France 24, Yellen tiba di kota selatan Guangzhou pada hari Kamis untuk melakukan pembicaraan selama beberapa hari dengan para pejabat Tiongkok mengenai kunjungan keduanya ke negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia dalam waktu kurang dari setahun.

Dia menyatakan keprihatinannya mengenai "kelebihan kapasitas" Tiongkok yang melemahkan perusahaan-perusahaan Amerika dan negara-negara lain.

Kelebihan kapasitas tersebut terlihat sebagai akibat dari besarnya subsidi yang diberikan Tiongkok kepada industri-industri, seperti tenaga surya, kendaraan listrik, dan baterai, yang berisiko menciptakan surplus barang-barang murah yang mengancam sektor-sektor tersebut di negara lain.

"Dukungan langsung dan tidak langsung dari pemerintah saat ini mengarah pada kapasitas produksi yang secara signifikan melebihi permintaan domestik Tiongkok, serta kemampuan pasar global," katanya pada pertemuan komunitas bisnis AS di Guangzhou pada hari Jumat.

"Kelebihan kapasitas dapat menyebabkan ekspor dalam jumlah besar dengan harga yang tertekan. Hal ini dapat menyebabkan konsentrasi rantai pasokan yang berlebihan sehingga menimbulkan risiko terhadap ketahanan ekonomi global," katanya.

Mitigasi Risiko

Kekhawatiran tersebut bukan merupakan bagian dari "kebijakan anti- Tiongkok", namun dimaksudkan untuk memitigasi risiko dari "dislokasi ekonomi global yang tidak dapat dihindari yang akan terjadi" jika tidak ada perubahan dalam kebijakan Tiongkok.

Yellen pada pertemuan yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang AS di Tiongkok itu mengatakan akan berusaha untuk menyampaikan kepada para pejabat Tiongkok mengenai "tantangan" yang dihadapi oleh bisnis AS yang beroperasi di negara tersebut.

Hal ini termasuk Beijing yang menerapkan hambatan akses bagi perusahaan-perusahaan asing dan mengambil tindakan koersif terhadap perusahaan-perusahaan Amerika.

"Hal ini tidak hanya merugikan perusahaan-perusahaan Amerika, mengakhiri praktik tidak adil ini akan menguntungkan Tiongkok dengan meningkatkan iklim bisnis di sini," kata Yellen.

Yellen kemudian bertemu dengan Wakil Perdana Menteri, He Lifeng, yang dipandang sebagai salah satu pengambil kebijakan ekonomi paling berpengaruh di Beijing, yang mengatakan ia menantikan diskusi lebih mendalam mengenai isu-isu penting bagi Tiongkok, Amerika Serikat, dan arena ekonomi dan keuangan global.

Dia mengatakan mereka akan berusaha untuk memberikan tanggapan yang tepat terhadap kekhawatiran utama dalam hubungan ekonomi Tiongkok-AS. "Diharapkan kedua belah pihak akan mencapai hasil baru yang saling menguntungkan dan saling menguntungkan," katanya.

Kedua belah pihak kemudian memulai perundingan tertutup, yang menurut Amerika Serikat akan memperdalam situasi ekonomi kedua negara serta membahas bidang-bidang yang lebih sensitif seperti keamanan nasional dan dugaan dukungan Beijing terhadap basis industri pertahanan Russia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.