Pengetatan Suku Bunga The Fed akan Bertahan Lebih Lama
📅 Sabtu, 06 Apr 2024, 17:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Namun The Fed mengatakan mereka ingin menurunkan suku bunga."
"Saya tidak berpikir hal ini secara signifikan mengurangi kemungkinan The Fed menurunkan suku bunganya segera pada bulan Juni, karena The Fed mengatakan hal itu bergantung pada data inflasi. Powell tidak melihat pasar kerja yang kuat mengganggu penurunan suku bunga selama inflasi turun," tambahnya.
Para ekonom telah memperingatkan bahwa angka pekerjaan bulanan dapat direvisi secara substansial dari waktu ke waktu, namun perubahan pada bulan Januari dan Februari dalam laporan bulan Maret menambahkan total 22.000 pekerjaan, memperkuat gambaran pasar tenaga kerja yang lebih kuat.
Laporan ketenagakerjaan bulanan akan menjadi semakin penting bagi peluang terpilihnya kembali Biden seiring dengan semakin dekatnya pemungutan suara pada bulan November.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Laporan hari ini menandai tonggak sejarah kembalinya Amerika," kata Biden, menjelang kunjungan ke Baltimore, Maryland, tempat runtuhnya jembatan bulan lalu yang menewaskan enam pekerja di salah satu pelabuhan komersial utama di pantai timur.
Biden mengatakan, perekonomian AS menambah lebih dari 15 juta lapangan kerja sejak ia menjabat. "Itu berarti 15 juta lebih orang yang memiliki martabat dan rasa hormat yang didapat dari gaji," katanya.
Pertumbuhan lapangan kerja yang kuat terutama terjadi di sektor kesehatan, rekreasi dan perhotelan, dan konstruksi, serta pekerjaan di pemerintahan. Penghasilan dan jam kerja mingguan rata-rata terus meningkat bulan lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Survei rumah tangga terpisah menunjukkan lonjakan 469.000 orang menjadi angkatan kerja AS, dan peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja. Hal ini juga akan memperkuat alasan bagi The Fed untuk menunda penurunan suku bunga, kata para ekonom.
"Kekuatan pasar tenaga kerja AS yang luar biasa, inflasi yang terus berlanjut, dan kondisi keuangan yang terus melemah melemahkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam waktu dekat," kata Eswar Prasad, pakar ekonomi di Cornell University.
"The Fed punya waktu untuk menunggu pelonggaran kebijakan moneter, namun juga terkendala oleh dinamika inflasi yang kaku, sehingga semakin sulit memprediksi momen optimal untuk mulai menurunkan suku bunga," tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!