Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jerman Akui Belum Siap Melawan Ancaman Serangan Siber

📅 Selasa, 02 Apr 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Jerman Akui Belum Siap Melawan Ancaman Serangan Siber Doc: BSI JERMAN
Ket. Kepala Kantor Federal Keamanan Informasi Jerman, Claudia Plattner

MOSKWA - Kepala Kantor Federal Keamanan Informasi (BSI) Jerman, Claudia Plattner, mengakui bahwa negaranya belum siap melawan ancaman keamanan siber yang ada saat ini. Sebagaimana dilaporkan Sputnik, Senin (1/4), Plattner menilai pihak berwenang perlu bertindak sejak detik pertama untuk mencegah serangan siber terhadap infrastruktur penting.

Menurut dia, pihak terkait seharusnya memiliki gambaran yang lebih besar mengenai situasi penyerangan siber.

"Jika perlu, tim krisis harus dibentuk dan kemampuan pemerintah federal serta otoritas negara bagian harus digabungkan. Kami belum siap untuk semua ini hari ini. Koordinasi seperti itu belum berhasil," kata Plattner.

Bukan hanya itu, dia juga mengatakan bahwa pejabat yang berwenang tidak boleh dipaksa untuk menelepon satu sama lain berkali-kali untuk mengetahui apa yang terjadi dan di negara bagian mana serangan siber itu terjadi. "Tidak ada struktur yang dapat menjamin kemampuan kita untuk mengoordinasikan tindakan kita dalam situasi krisis seperti ini," katanya.

Pada 1 Maret, Margarita Simonyan, pemimpin redaksi grup media induk Sputnik, Rossiya Segodnya, menerbitkan percakapan empat perwira militer Jerman yang membahas potensi serangan ke Jembatan Krimea Russia dengan rudal jarak jauh Taurus.

Pembicaraan pada 19 Februari itu melibatkan Inspektur angkatan udara Jerman, Ingo Gerhartz, kepala departemen operasi dan latihan di komando angkatan udara di Berlin, Brigjen Frank Graefe, dan dua pegawai pusat operasi udara Komando Luar Angkasa Bundeswehr. Menanggapi laporan itu, Kanselir Jerman Olaf Scholz berjanji akan menyelidiki menyeluruh dan cepat bocoran percakapan tersebut.

Tanpa Batas

Pakar Hukum Siber dari Universitas Airlangga, Surabaya, Masitoh Indriani, yang diminta tanggapannya, mengatakan ancaman keamanan siber perlu dicermati negara-negara lain karena karakteristik serangan siber itu tidak mengenal batas geografis atau transnasional.

"Itu cepat dan rumit, susah memperoleh alat bukti fisik, dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian, dan kerugiannya tak terbayangkan. Perlu ada kerja sama internasional dalam penegakan hukum, dan kerja sama tersebut dapat terwujud dengan menjadi pihak dalam Konvensi Budapest," kata Masitoh.

Konvensi tersebut berupaya untuk mengatasi cybercrime dengan menyelaraskan ketentuan dalam hukum nasional, serta meningkatkan tingkat investigasi dan kerja sama antarnegara. Bila suatu negara meratifikasi Konvensi Budapest, negara akan terikat prinsip open source yaitu negara lain dapat mengakses data secara ekstrateritorial di tempat data tersebut secara bebas tanpa otorisasi.

Hal itu bertentangan dengan prinsip kedaulatan data (data sovereignty), di mana data digital tunduk pada hukum negara di mana data tersebut diproses. Konsep itu juga erat kaitannya dengan konsep data localisation sebagai salah satu indikator yang mengharuskan segala aktivitas pemrosesan data harus dilakukan dalam suatu yurisdiksi negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.