Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan Kanker di RSPP Kini Lebih Komprehensif

📅 Jumat, 29 Mar 2024, 19:41 WIB | Oleh:
Penanganan Kanker di RSPP Kini Lebih Komprehensif Doc: istimewa
Ket. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Hematologi & Onkologi Medik RSPP, Alvin T Harahap.

JAKARTA - Penanganan kanker di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) kini lebih komprehensif, karena menggunakan pendekatan multidisiplin. Dalam prosesnya, melibatkan 6 ahli sekaligus yaitu Ahli Onkologi Medis, Ahli Onkologi Radiasi, Ahli Bedah Onkologi, Perawatan Onkologi, Ahli Gizi dan Psikolog.

"Tim Kanker Multidisiplin ini akan bertemu secara teratur guna membahas kasus pasien dan rencana perawatan yang dipersonalisasi," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Hematologi & Onkologi Medik RSPP, Alvin T Harahap, di Jakarta, Jumat (29/3).

Alvin mengatakan, tim juga akan memantau kemajuan pasien dan membuat penyesuaian pada rencana perawatan. Serta memberi dukungan dan informasi kepada pasien dan keluarganya.

Dia menambahkan, proses tersebut membuat penanganan pasien kanker akan lebih komprehensif dan terkoordinasi. Karena akses ke berbagai macam keahlian, maka pengambilan keputusan menjadi lebih baik.

"Diharapkan terjadi peningkatan hasil dan kualitas hidup pasien kanker. Karena pasien terhindar dari stress yang berlebihan akibat penanganan yang tidak optimal," jelasnya.

Penuaan Penduduk

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri, Kuntjoro Harimurti, mengatakan, kanker merupakan salah satu penyakit yang kerap terjadi pada Lansia. Selain itu, ada pula berbagai penyakit lain berisiko terhadap lansia antara lain diabetes/kencing manis, pengapuran sendi, penyakit jantung koroner, stroke, pengeroposan tulang/osteoporosis, dan dementia.

"Di Indonesia ini menjadi risiko karena akan mengalami ageing population atau penuaan populasi penduduk di mana pada tahub 2035 ada 48,2 juta jiwa," ucapnya.

Dia menekankan, pelayanan kesehatan bagi lansia mesti komprehensif tidak hanya masalah fisik-medik, namun juga psikis, kognitif, gizi, kemampuan beraktivitas, dan aspek sosial. Layanan juga harus holistik mulai dari promosi kesehatan, pencegahan dan pengobatan penyakit, hingga rehabilitasi pascasakit.

"Layanan harus juga multidisiplin melibatkan berbagai tenaga kesehatan: dokter & dokter spesialis, perawat, ahli gizi, fisioterapis, ahli farmasi. Terakhir, pelayanan mesti berorientasi pada pasien," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.