Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenko PMK Berharap Literasi Asuransi Harus Ditingkatkan

📅 Rabu, 20 Mar 2024, 19:29 WIB | Oleh:
Kemenko PMK Berharap Literasi Asuransi Harus Ditingkatkan Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nunung Nuryartono (kiri) dan Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Agus Suprapto (kanan) dalam Sosialisasi Implementasi Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Jaminan Sosial untuk Masa Depan yang Lebih Cerah”, di Jakarta, Rabu (20/3).

JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nunung Nuryartono, mengatakan indeksi literasi asuransi masyarakat Indonesia masih harus ditingkatkan. Saat ini, indeks literasi asuransi masih lebih rendah jika dibandingkan literasi perbankan.

"Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan literasi asuransi yang menjadi basis untuk bisa mendorong meningkatnya inklusi asuransi termasuk jaminan sosial," ujar Nunung dalam Sosialisasi Implementasi Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Jaminan Sosial untuk Masa Depan yang Lebih Cerah", di Jakarta, Rabu (20/3).

Dia menerangkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perasuransian Indonesia 2023-2027. Adapun pada tahun 2022, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia pada tahun 2022 berada hanya pada level 2,27 persen.

Nunung memaparkan, indeks literasi asuransi saat ini hanya sebesar 31,72 persen. Persentase tersebut lebih rendah dibandingkan literasi perbankan sebesar 49,93 persen. "Tingkat inklusi asuransi bahkan lebih rendah lagi, hanya mencapai 16,63 persen dan jauh di bawah perbankan yang mencapai 74,03 persen," jelasnya.

Modul P5

Nunung mengatakan, literasi jaminan sosial di masyarakat juga perlu diperhatikan. Menurutnya, pemahaman tentang konsep gotong royong dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) kepada anak didik di lingkungan pendidikan merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat literasi jaminan sosial di masyarakat.

"Pentingnya internalisasi jaminan sosial di dunia pendidikan dengan memastikan Modul P5 Muatan Jaminan Sosial dapat diterapkan pada satuan pendidikan di Indonesia serta menciptakan perubahan yang nyata dan membangun kesadaran terhadap literasi jaminan sosial di kalangan pelajar," katanya.

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Agus Suprapto turut menyampaikan, penyusunan Modul P5 bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan sejak dini terkait jaminan sosial. Proyek tersebut juga bertujuan untuk mengembangkan karakter yang sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, dan agar peserta didik dapat mempelajari jaminan sosial untuk meningkatkan pemahaman pribadi dan berbagi pengetahuan dengan orang lain.

"Projek Modul P5 ini utamanya bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan, serta penguatan literasi tentang jaminan sosial sejak dini yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pribadi dan berbagi pengetahuan dengan orang lain," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.