Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, KPU Asmat Antisipasi Distrik Tanpa Listrik Lewat Generator

📅 Minggu, 11 Feb 2024, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, KPU Asmat Antisipasi Distrik Tanpa Listrik Lewat Generator Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Relawan membawa logistik kotak suara untuk didistribusikan ke sejumlah distrik di Kabupaten Asmat, Sabtu (10/2/2024).

Kabupaten Asmat - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, menyiapkan sejumlah generator sebagai langkah antisipasi distrik atau kecamatan yang tidak teraliri listrik saat pencoblosan dan penghitungan surat suara.

"Di Kabupaten Asmat ini memang ada beberapa daerah yang tidak teraliri listrik, namun kita sudah menyiapkan beberapa generator," kata Ketua KPU Kabupaten Asmat Aloysia Hahare di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu.

Bahkan, KPU juga menyiapkan beberapa generator di Distrik Agats yang merupakan ibu kota kabupaten tersebut. Antisipasi itu mengingat kondisi aliran listrik yang belum begitu stabil.

Selain itu, beberapa kampung atau desa di Kabupaten Asmat juga menggunakan listrik tenaga surya. Namun, KPU mengkhawatirkan apabila cuaca tidak mendukung (mendung) maka pasokan listrik akan terganggu.

"Ini yang kita khawatirkan. Kalau hujan terus maka aliran listrik yang menggunakan panel surya tentu tidak akan efektif," ujar dia.

Aloysia mengatakan pemerintah setempat bersama KPU dan perusahaan listrik negara (PLN) telah melakukan rapat koordinasi agar pasokan listrik saat pencoblosan, dan pasca-pemilihan tetap aman.

PLN juga telah menyiapkan dan menempatkan alat khusus di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Asmat. Sehingga apabila listrik padam alat itu langsung beroperasi dan mengaliri listrik ke Kantor KPU maupun Bawaslu.

Secara umum KPU mendata hanya ada empat atau lima distrik yang hingga kini belum teraliri listrik. Selain itu, pihaknya juga terkendala dengan jaringan internet yang belum begitu stabil.

Pada umumnya jaringan internet tersebut sering bermasalah pada siang hari atau jam kerja. Oleh karena itu, KPU cukup khawatir kondisi itu bisa mengganggu proses rekapitulasi terutama saat penggunaan aplikasi sistem informasi rekapitulasi atau Sirekap milik KPU.

Akan tetapi, apabila aplikasi Sirekap tidak bisa digunakan akibat terganggu jaringan internet maka KPU memutuskan penghitungan secara manual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.