Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

5 Kabar Baik Seputar Perubahan Iklim dan Lingkungan pada 2023

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 14:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
5 Kabar Baik Seputar Perubahan Iklim dan Lingkungan pada 2023 Doc: The Conversation/COP 28/Christopher Pike
Ket. Suasana pertemuan terakhir COP 28 di Uni Emirat Arab.

Mahawan Karuniasa, Universitas Indonesia

Tahun 2023 merupakan tahun terpanas sepanjang sejarah dengan tingkat emisi gas rumah kaca yang memecahkan rekor dua tahun berturut-turut.

Bencana terkait perubahan iklim datang silih berganti bak tidak berkesudahan. Misalnya, kekeringan parah di kawasan Tanduk Afrika (Djibouti, Eritrea, Ethiopia, dan Somalia), banjir ekstrem di Libya, hingga kebakaran belasan juta hektare lahan di Kanada. Indonesia turut mengalami kebakaran hutan dan lahan terhebat sejak pandemi, dengan luas area terbakar per Oktober 2023 mencapai hampir sejuta hektare.

Di tengah sering dan hebatnya bencana yang melanda Bumi kita, cukup menantang bagi saya untuk menuliskan ulasan kabar baik seputar perubahan iklim dan lingkungan.

Kendati demikian, saya merasa kita perlu mengingat hal-hal positif yang sudah dicapai umat manusia tahun ini. Harapannya, optimisme kita dalam melestarikan kehidupan di Bumi dapat terjaga.

Berikut ini lima kabar baik seputar perubahan iklim dan lingkungan pada 2023.

1. COP28: awal dari akhir energi fosil

Konferensi iklim tahunan Perserikatan Bangsa Bangsa ke-28 (COP 28) di Uni Emirat Arab selama 30 November - 12 Desember menyepakati bahwa bahan bakar fosil merupakan biang keladi perubahan iklim. Ini adalah pertama kalinya energi fosil secara tegas disebutkan dalam COP.

Walhasil, para delegasi COP 28 kemudian menyepakati pentingnya "bertransisi dari bahan bakar fosil dalam sistem energi, dengan cara yang adil, teratur, dan merata, mempercepat tindakan dalam dekade kritis ini, untuk mencapai net zero pada 2050 sesuai ilmu pengetahuan". Kesepakatan tersebut adalah buah perdebatan yang panjang, antara negara-negara yang menginginkan "penghentian" ataupun "pengurangan" energi fosil secara bertahap.

COP 28 memang mengundang kontroversi karena diadakan di negara produsen minyak dan gas bumi. Lebih dari 100 ribu delegasi terdaftar, dan 1.300-an di antaranya merupakan perwakilan perusahaan bahan bakar fosil.

Namun, saya melihat sisi terang dari kejadian ini: COP 28 menjadi konferensi yang inklusif. Seluruh peserta, termasuk dari industri yang dianggap "kotor" turut berkontribusi memperbaiki kondisi Bumi.

Oleh-oleh lainnya dari COP 28 adalah aspek keadilan iklim melalui pengesahan Dana Kerugian dan Kerusakan (Dana Loss and Damage). Para delegasi menyepakati pengelolaan dana oleh Bank Dunia, dan sudah ada komitmen pendanaan US$700 juta (Rp10.8 triliun) untuk membantu negara-negara yang paling terdampak krisis iklim.

2. Target ambisius konservasi global

Tahun 2023 menjadi pembuka bagi pelaksanaan target konservasi global yang disahkan pada penghujung 2022. Pertama kalinya, dalam konferensi biodiversitas PBB ke-15 di Kunming, Cina; dan Montreal, Kanada, perwakilan dunia mengamini perlunya kawasan lindung (protected areas) minimum 30% masing-masing dari total wilayah daratan, perairan darat, laut dan pesisir di setiap negara pada 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Ketika Listrik Menjadi Fond...
133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.